Patah tumbuh, hilang berganti. Sejarah gerakan mahasiswa Indonesia
memperlihatkan periode pasang dan surut, sesuai dengan perkembangan
ekonomi-politik yang melingkupinya. Tidak sedikit perubahan penting dalam
sejarah nasional Indonesia tidak terlepas dari kepeloporan dari mahasiswa dan
kaum muda. Sehingga meskipun populasi mahasiswa tidak melebihi 2% dari total
populasi penduduk Indonesia, gerakan mahasiswa telah memainkan peranan cukup
besar. Sebagai contoh dapat kami sebutkan disini seperti Sumpah Pemuda,
Perlawanan anti-fasis, proklamasi kemerdekaan, revolusi fisik, dan perjuangan
menentang imperialisme paska Indonesia merdeka. Mahasiswa telah memberikan
sumbangsihnya kepada ibu pertiwi, ibu yang telah melahirkan gerakan mahasiswa dan perjuangan anti kolonial.
Keberadaan mahasiswa tidak dapat dilepaskan
dengan kehadiran lembaga pendidikan pertama kali. Setelah berakhirnya tanam
paksa, kaum liberal belanda mulai memikirkan cara untuk mempebesar keterlibatan
kelompok swasta borjuis belanda untuk mengembangkan modalnya di
Hindia-Belanda Indonesia kala itu. Lahirlah politik etis, yang oleh penemunya
Van Deventer adalah politik balas-budi, akan tetapi tujuan sebenarnya adalah
untuk memuluskan berkembang-biaknya kapital di bumi hindia-belanda. Inti
politik etis adalah edukasi pendidikan, migrasi perpindahan penduduk dan
irigasi pengairan. Disini kita akan berfokus kepada edukasi sebagai jalan
lahirnya kaum intelek di kalangan bumiputera. Pada tahun 1983 di bentuk dua
jenis sekolah dasar untuk bumi putera, Eerste Klass Inlandsche sekolah
bumi putera angka satu untuk anak-anak priayi dan orang-orang “berada”, serta
Tweede Klass Inlandsche Scholen sekolah bumi putera angka dua untuk anak-anak
rakyat kebanyakan. Selain itu berdiri pula sekolah-sekolah lanjutan seperti
Hollandsche Inlandsche School HIS, Hollandsche Burgerscholen HBS, School Voor Inlandsche Ambtenaren OSVIA, dll.
Pendidikan telah melahirkan pengetahuan,
bahasa, dan tulisan. Hal itu telah melahirkan kesadaran baru bagi bumiputera
yakni kemoderenan dan kebebasan. Organisasi dan pers segera berdiri
dimana-mana. Terbitan-terbitan berbahasa belanda atau bumiputera mulai masuk
kekantong-kantong kesadaran bumiputera. Perkembangan ini berbarengan dengan
situasi penindasan kolonial yang kian menjadi kesadaran dari segenap kaum muda.
Medan Priayi adalah organ pertama yang didirikan mahasiswa 1909-1912.
Disamping itu, Tirto Adhisuryo mendirikan Serikat Priayi, yang bertujuan
memajukan pendidikan anak-anak bumiputera dan bangsawan bumiputera lainnya.
Di
belahan dunia lain, gerakan pembebasan nasional dan gerakan kaum muda bangkit.
Gerakan nasionalis bergolak di Tiongkok menumbangkan dinasti Ch’ing pada oktober
1911. di Turki juga muncul gerakan nasionalis oleh kaum muda. Dan pengaruh dari
revolusi Rusia 1905. Berita-berita tersebut telah memberikan pengaruh kepada kebangkitan
gerakan nasionalis di dalam negeri. Muncullah Serikat Dagang Islam SDI yang
kemudian berubah menjadi Serikat Islam SI. Sementara itu, di Bandung pada 6
September 1912 dua mahasiswa lulusan Stovia, Tjipto Mangoenkoesoemo dan
Soewardi Soerjaningrat serta seorang Indo, E.F.E. Douwes Dekker, mendirikan
Partai Hindia atau Indishe Partij IP.
1. Tidak ketinggalan,
mahasiswa-mahasiswa Indonesia di negeri Belanda antara bulan Januari-Pebruari
1925 mendirikan Perhimpunan Indonesia PI organisasi ini merupakan kelanjutan
dari Indsche Vereeniging.
2. PI sangat
dipengaruhi oleh ideologi marxisme yang sedang naik daun di Eropa dan juga
banyak melakukan diskusi-diskusi dengan tokoh-tokoh komunis Indonesia
seperti Semaun.
Mahasiswa
semakin bergerak maju. Mereka sudah menciptakan organisasinya, sudah menemukan
kesadarannya anti-kolonialisme dan sudah menemukan metode-metode
pergerakannya; aksi massa, pemogokan, boikot, propoganda, selebaran, rapat
akbar vergandering. Pada tahun 1914, iklim pergerakan Indonesia semakin
meningkat. Beberapa pemuda dan mahasiswa menerjemahkan perjuangannya dalam
bentuk politik radikal dengan membangun Indische Sociaal-Democratische
Vereeniging ISDV, yang merupakan cikal bakal Partai Komunis Indonesia PKI.
Pada tahap ini, perjuanga-perjuangan yang terkotak-kota dalam batas lokalisme kedaerahan, kesukuan, keagamaan telah dicairkan. Pada tanggal 28 Oktober
1928, pemuda-pemuda dari berbagai kelompok mendeklarasikan “sumpah Pemuda
Indonesia”. Sumpah Pemuda dapat dikatakan sebagai kristalisasi dari sentimen
nasionalisme Indonesia pertama kali yang diikrarkan oleh kaum muda.
sehingga proklamasi kemerdekaan Indonesia dan peran Historis Mahasiswa dibawah pendidikan fasisme Jepang yang
keji, gerakan mahasiswa tidak mengendorkan perjuangannya. Mereka malah menempuh
jalan berbahaya dengan mengorganisasikan perjuangan bawah tanah illegal dan
perjuangan bersenjata Blitar, singaparna, dan lain-lain. Ketika fasisme
mengalami kemunduran dan jepang sendiri menyerah kepada sekutu, beberapa
kelompok pemuda bergerak cepat untuk mengorganisir proklamasi kemerdekaan.
Terjadilah peristiwa rengasdeklot, dimana pemuda dan mahasiswa menculik Bung
Karno dan Hatta untuk memaksa keduanya membacakan proklamasi kemerdekaan.
Peristiwa rengasdeklot menjelaskan pula soal pertentangan kaum muda dan kaum
tua dalam hal kemerdekaan Indonesia. Kaum Muda menuntut proklamasi
dikumandangkan secepatnya dengan memanfaatkan masa kevakuman kekuasaan
sedangkan kaum tua bersifat menunggu itikad baik dari pemerintah Jepang. Paska
proklamasi kemerdekaan, tugas berat bagi mahasiswa dan kaum muda menunggu. Kemerdekaan
adalah harapan, impian yang sudah lama ditunggu-tunggu oleh seluruh rakyat
Indonesia. Akan tetapi, situasi pada saat itu menunjukkan kita memiliki
kekurangan yang cukup besar, disisi lain ada ancaman dari masuknya kembali
neokolonialisme. Mahasiswa dan pemuda bergerak cepat. Instalasi-instalasi
penting, seperti jawatan kereta api, Radio, Kantor Pos, Gudang Persenjataan,
dan gudang-gudang milik Jepang diambil-alih oleh pemuda dan rakyat. Kemerdekaan
harus diisi dan dipertahankan dengan mobilisasi rakyat dan propoganda. Lagu darah rakyat menjadi symbol semangat baru dari rakyat Indonesia dalam
mempertahankan kemerdekaan. Leaflet-leaflet dibagikan, mural-mural merdeka
atau mati menjejali tembok-tembok dan
dinding-dinding gedung atau rumah, serta slogan-slogan yang membakar semangat.
Puncak dari mobilisasi-mobilisasi rakyat mempertahankan kemerdekaan adalah
rapat akbar di lapangan Ikada---dimana ratusan ribu rakyat dan pemuda
menghadirinya.
Pada masa itu berdiri organisasi mahasiswa
dan pemuda seperti Angkatan Pemuda
Indonesia API, Pemuda Republik Indonesia PRI, Gerakan Pemuda Republik
Indonesia GERPRI, Ikatan Pelajar
Indonesia (IPI), Pemuda Putri Indoensia PPI dan banyak lagi. Pada saat belum
ada organisasi pemuda dan pelajar, yang berbentuk federasi, diselenggarakan
Kongres Pemuda seluruh Indonesia I 1945, dan II 1946. Kedua kongres tersebut
sangat penting artinya, karena:
Melahirkan organisasi Gabungan Pemuda Sosialis Indonesia PESINDO, yang
merupakan peleburan dari API, PRI, GERPRI, dan AMRI. Terbentuknya Badan Kongres
Pemuda Republik Indonesia BKPRI. Kongres I sangat diwarnai semangat
perjuangan bersenjata. Kongres II menghasilkan keputusan: Berpegang teguh pada Undang-Undang, membentuk
dan memperkuat laskar, mengisi jabatan-jabatan penting di pemerintahan dan
mematuhi pemimpin yang mengajak revolusi nasional dan revolusi sosial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar