Selasa, 17 Desember 2019

Sejarah Gerakan Mahasiswa

Patah tumbuh, hilang berganti.  Sejarah gerakan mahasiswa Indonesia memperlihatkan periode pasang dan surut, sesuai dengan perkembangan ekonomi-politik yang melingkupinya. Tidak sedikit perubahan penting dalam sejarah nasional Indonesia tidak terlepas dari kepeloporan dari mahasiswa dan kaum muda. Sehingga meskipun populasi mahasiswa tidak melebihi 2% dari total populasi penduduk Indonesia, gerakan mahasiswa telah memainkan peranan cukup besar. Sebagai contoh dapat kami sebutkan disini seperti Sumpah Pemuda, Perlawanan anti-fasis, proklamasi kemerdekaan, revolusi fisik, dan perjuangan menentang imperialisme paska Indonesia merdeka. Mahasiswa telah memberikan sumbangsihnya kepada ibu pertiwi, ibu yang telah melahirkan gerakan mahasiswa dan perjuangan anti kolonial. 
Keberadaan mahasiswa tidak dapat dilepaskan dengan kehadiran lembaga pendidikan pertama kali. Setelah berakhirnya tanam paksa, kaum liberal belanda mulai memikirkan cara untuk mempebesar keterlibatan kelompok swasta borjuis belanda untuk mengembangkan modalnya di Hindia-Belanda Indonesia kala itu. Lahirlah politik etis, yang oleh penemunya Van Deventer adalah politik balas-budi, akan tetapi tujuan sebenarnya adalah untuk memuluskan berkembang-biaknya kapital di bumi hindia-belanda. Inti politik etis adalah edukasi pendidikan, migrasi perpindahan penduduk dan irigasi pengairan. Disini kita akan berfokus kepada edukasi sebagai jalan lahirnya kaum intelek di kalangan bumiputera. Pada tahun 1983 di bentuk dua jenis sekolah dasar untuk bumi putera, Eerste Klass Inlandsche sekolah bumi putera angka satu untuk anak-anak priayi dan orang-orang “berada”, serta Tweede Klass Inlandsche Scholen sekolah bumi putera angka dua untuk anak-anak rakyat kebanyakan. Selain itu berdiri pula sekolah-sekolah lanjutan seperti Hollandsche Inlandsche School HIS, Hollandsche Burgerscholen HBS,  School Voor Inlandsche Ambtenaren OSVIA, dll.
Pendidikan telah melahirkan pengetahuan, bahasa, dan tulisan. Hal itu telah melahirkan kesadaran baru bagi bumiputera yakni kemoderenan dan kebebasan. Organisasi dan pers segera berdiri dimana-mana. Terbitan-terbitan berbahasa belanda atau bumiputera mulai masuk kekantong-kantong kesadaran bumiputera. Perkembangan ini berbarengan dengan situasi penindasan kolonial yang kian menjadi kesadaran dari segenap kaum muda. Medan Priayi adalah organ pertama yang didirikan mahasiswa 1909-1912. Disamping itu, Tirto Adhisuryo mendirikan Serikat Priayi, yang bertujuan memajukan pendidikan anak-anak bumiputera dan bangsawan bumiputera lainnya.
Di belahan dunia lain, gerakan pembebasan nasional dan gerakan kaum muda bangkit. Gerakan nasionalis bergolak di Tiongkok menumbangkan dinasti Ch’ing pada oktober 1911. di Turki juga muncul gerakan nasionalis oleh kaum muda. Dan pengaruh dari revolusi Rusia 1905. Berita-berita tersebut telah memberikan pengaruh kepada kebangkitan gerakan nasionalis di dalam negeri. Muncullah Serikat Dagang Islam SDI yang kemudian berubah menjadi Serikat Islam SI. Sementara itu, di Bandung pada 6 September 1912 dua mahasiswa lulusan Stovia, Tjipto Mangoenkoesoemo dan Soewardi Soerjaningrat serta seorang Indo, E.F.E. Douwes Dekker, mendirikan Partai Hindia atau Indishe Partij IP
1. Tidak ketinggalan, mahasiswa-mahasiswa Indonesia di negeri Belanda antara bulan Januari-Pebruari 1925 mendirikan Perhimpunan Indonesia PI organisasi ini merupakan kelanjutan dari Indsche  Vereeniging. 
2. PI sangat dipengaruhi oleh ideologi marxisme yang sedang naik daun di Eropa dan juga banyak melakukan diskusi-diskusi dengan tokoh-tokoh komunis Indonesia seperti  Semaun. 
Mahasiswa semakin bergerak maju. Mereka sudah menciptakan organisasinya, sudah menemukan kesadarannya anti-kolonialisme dan sudah menemukan metode-metode pergerakannya; aksi massa, pemogokan, boikot, propoganda, selebaran, rapat akbar vergandering. Pada tahun 1914, iklim pergerakan Indonesia semakin meningkat. Beberapa pemuda dan mahasiswa menerjemahkan perjuangannya dalam bentuk politik radikal dengan membangun Indische Sociaal-Democratische Vereeniging ISDV, yang merupakan cikal bakal Partai Komunis Indonesia PKI. Pada tahap ini, perjuanga-perjuangan yang terkotak-kota dalam batas lokalisme kedaerahan, kesukuan, keagamaan telah dicairkan. Pada tanggal 28 Oktober 1928, pemuda-pemuda dari berbagai kelompok mendeklarasikan “sumpah Pemuda Indonesia”. Sumpah Pemuda dapat dikatakan sebagai kristalisasi dari sentimen nasionalisme Indonesia pertama kali yang diikrarkan oleh kaum muda.
sehingga proklamasi kemerdekaan Indonesia dan peran Historis Mahasiswa dibawah pendidikan fasisme Jepang yang keji, gerakan mahasiswa tidak mengendorkan perjuangannya. Mereka malah menempuh jalan berbahaya dengan mengorganisasikan perjuangan bawah tanah illegal dan perjuangan bersenjata Blitar, singaparna, dan lain-lain. Ketika fasisme mengalami kemunduran dan jepang sendiri menyerah kepada sekutu, beberapa kelompok pemuda bergerak cepat untuk mengorganisir proklamasi kemerdekaan. Terjadilah peristiwa rengasdeklot, dimana pemuda dan mahasiswa menculik Bung Karno dan Hatta untuk memaksa keduanya membacakan proklamasi kemerdekaan. Peristiwa rengasdeklot menjelaskan pula soal pertentangan kaum muda dan kaum tua dalam hal kemerdekaan Indonesia. Kaum Muda menuntut proklamasi dikumandangkan secepatnya dengan memanfaatkan masa kevakuman kekuasaan sedangkan kaum tua bersifat menunggu itikad baik dari pemerintah Jepang. Paska proklamasi kemerdekaan, tugas berat bagi mahasiswa dan kaum muda menunggu. Kemerdekaan adalah harapan, impian yang sudah lama ditunggu-tunggu oleh seluruh rakyat Indonesia. Akan tetapi, situasi pada saat itu menunjukkan kita memiliki kekurangan yang cukup besar, disisi lain ada ancaman dari masuknya kembali neokolonialisme. Mahasiswa dan pemuda bergerak cepat. Instalasi-instalasi penting, seperti jawatan kereta api, Radio, Kantor Pos, Gudang Persenjataan, dan gudang-gudang milik Jepang diambil-alih oleh pemuda dan rakyat. Kemerdekaan harus diisi dan dipertahankan dengan mobilisasi rakyat dan propoganda. Lagu darah rakyat menjadi symbol semangat baru dari rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan. Leaflet-leaflet dibagikan, mural-mural merdeka atau mati menjejali tembok-tembok dan dinding-dinding gedung atau rumah, serta slogan-slogan yang membakar semangat. Puncak dari mobilisasi-mobilisasi rakyat mempertahankan kemerdekaan adalah rapat akbar di lapangan Ikada---dimana ratusan ribu rakyat dan pemuda menghadirinya.
Pada masa itu berdiri organisasi mahasiswa dan pemuda seperti Angkatan   Pemuda Indonesia API, Pemuda Republik Indonesia PRI, Gerakan Pemuda Republik Indonesia  GERPRI, Ikatan Pelajar Indonesia (IPI), Pemuda Putri Indoensia PPI dan banyak lagi. Pada saat belum ada organisasi pemuda dan pelajar, yang berbentuk federasi, diselenggarakan Kongres Pemuda seluruh Indonesia I 1945, dan II 1946. Kedua kongres tersebut sangat penting artinya, karena:  Melahirkan organisasi Gabungan Pemuda Sosialis Indonesia PESINDO, yang merupakan peleburan dari API, PRI, GERPRI, dan AMRI. Terbentuknya Badan Kongres Pemuda Republik Indonesia BKPRI. Kongres I sangat diwarnai semangat perjuangan bersenjata. Kongres II menghasilkan keputusan:  Berpegang teguh pada Undang-Undang, membentuk dan memperkuat laskar, mengisi jabatan-jabatan penting di pemerintahan dan mematuhi pemimpin yang mengajak revolusi nasional dan revolusi sosial. 






























































































































































































































































































































































































































































































































































































Tidak ada komentar:

Posting Komentar