Suka ria bercanda tawa dalam hidup yang bahagia, desa yang maju, nyaman, aman serta tertip adalah suatau kewajiban dalam merawat pembangunan masyarakat desa. Kesejahteraan desa secara teoritis dikatagorikan menjadi tiga macam pendekatan pembangunan di antaranya mobilisasi, partisipatif dan akulturasi. Pada pendekatan mobilisasi, masyarakat yang menjadi sasaran tidak memiliki andil apapun dalam merencanakan pembangunan yang tidak dilakukan, sementara pada pendekatan partisipatif antara perencana masyarakat dan pemerintah baik dengan menggunakan sumber daya yang bersumber dari desa, bantuan pemerintah maupun bantuan organisasi-organisasi atau lembaga domestik maupum internasional untuk menciptakan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik.
Aspek pentimg dari pembangunan desa melalui kelembagaan desa salah satunya berkaitan dengan konsep partisipasi adalah jejaring antar kelembagaan., baik yang terbentuk karena struktur adat, kesatuan wilayah, kesatuan primordial, kesamaan minat maupun kepentingan. Muda mudi mampu menunjukkan adanya upaya pengembangan masyarakat yang merupakan bagian dari pembangunan sosial . Dalam hal ini, secara konsep menjadi penting untuk memahami karakteristik dari komponen pengelola pengembangan masyarakat sehingga memiliki hubungan kerjasama yang erat dalam memberikan gagasan, ide, perhatian, dukungan, pendampingan yang saling melengkapi.
LSM dan masyarakat menjadi penting dalam proses pembangunan dan pengembangan masyarakat desa. Tiap-tiap komponen kelembagaan dengan stakeholder tersebut memiliki peran dan fungsi sendiri yang karena itu perlu di atur dan di sepakati sehingga menjadi uapaya sinergis yang saling menguatkan antara satu dengan yang lainnya. Keberfungsian dari jejaring antar kelembagaan tersebut dapat menunjukkan tingkatan interaksi yang menunjukkan komitmen, keterlibatan dan tingkat ikatan yang hendak dibangun antar mitra jejaring.
Usaha merawat jejaring kelembagaan pemuda desa ini penting karena adanya kebutuhan antar individu pemuda sebagai upaya untuk fokus pada sumber daya yang dimiliki, namun sekaligus dapat mengakses kesempatan lain yang tidak mungkin terpenuhi jika diakses sendiri secara langsung. Keberadaan jaringan ini setidaknya mampu menjembatani antar aktor untuk menciptakan solusi-solusi jangka pendek bahkan dalam banyak hal strategis atas suatu persoalan tertentu. Kombinasi beragam dari sumber daya yang dimilki sebuah jaringan secara efektif juga akan mampu memberi pengaruh terhadap kelompok atau komunitas di luar jaringan. Pengaruh pada akhirnya akan memberi perluasan pemahaman atas isu perjuangan yang di usung dalam jaringan.
Bila dikaitkan dengan konsep jaringan, koordinasi menjadi kata kunci untuk menjelaskan bahwa organisasi dikelola oleh aktor-aktor yang setara, bukan dalam kerangka kerja top-donw. Kondisi ini yang diupayakan oleh penggerak kewirausahaan desa untuk membangun dan merawat jejaring. Satu hal yang mesti dipahami, jejaring bukanlah suatu yang hadir dengan sendirinya secara alamiyah. Jejaring melibatkan proses aktif dan dinamis, termasuk juga konflik dan negosiasi baik secara internal maupun dengan aktor eksternal ynga menjadi target perubahan. Oleh karena itu, jejaring memerlukan adanya komitmen aktif untuk melakukan pemebelajaran agar dinamika serta konflik dapat dikelola. Atas dasar itulah, diperlukan adanya kemampuan untuk membangun dan merawat jejaring yang ada.
Maryono kata lain mariano diambil dari Afrika yang berarti lautan. jika nama Maryono adalah pengunungan dari bahasa madura asli yang berarti pemuda yang akan mengocang lautan asia afrika, dan mempunyai keberanian, cerdas atau goblok, dan pekerja keras. Orangnya juga soerang teman yang setia, dan selalu memberikan banyak nasehat yang baik dan menjadi pasangan yang bisa diandalkan. ketika terlibat dalam suatu hubungan, ia cenderung memberikan segalanya terhadap orang yang ia kagumi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar