Kamis, 26 Desember 2019

Kuliah itu Candu..!!!

Semraut tak jelas, ngaur dan nganggur, bayar dan gratis. itulah gambaran pendidikan saat ini, apakah kalian masih mau duduk di kursi dalam kelas ber jam-jam? setia menunggu dosen yang terlambat? rela berkorban jiwa, raga, dan pikiran demi kepentingan akreditasi dan syarat adminitrasi demi cairan pulus agar bisa di kapitalisasi? sungguh orang-orang yang tak tau diri, kaki di bungkus di pagi hari dan nongkrong di gedung-gedung tinggi, berdasi habis itu korupsi. 
Pendidikan bagi umat manusia disadari telah mampu menciptakan kemajuan pradaban unggul dimuka bumi ini. Belajar menjadi inti dari aktifitas pendidikan, tanpa belajar sesungguhnya tidak ada aktifitas pendidikan, dengan belajar manusia akan menjadi makhluk produktif, kreatif, berbudaya, dan berwatak, sehingga diyakini mampu mengurangi kemiskinan, eklusivisme, kebodohan, penindasan dan peperangan. 

Dalam perkembangan makna pendidikan direduksi, disederhanakan menjadi sekolah dan diayun-ayunkan menjadi universitas. pendidikan dimaknai sangat sederhana namun universitas yang menyengsarakan proses belajar manusia di dalam kehidupannya. tentu saja konsep ini akan tercapai manakala belajar sebagai inti pendidikan tidak dibatasi dalam lingkup yang sempit sebagai aktifitas berkuliah dari pagi sampai malam. 

Universitas sering didefinisikan sebagai lembaga pendidikan yang menghendaki kehadiran penuh kelompok-kelompok umur tertentu dalam ruang-ruang kelas yang dipempin oleh dosen untuk mempelajari kurikulum-kurikulum yang bertingkat. kehadiran penuh dalam tempat tertentu ini sesungguhnya hanyalah pemamfaatan sebagian waktu luang yang dimiliki oleh setiap orang atau mahasiswa, karena sebagaimana asal kata universitas yang berarti waktu luang atau waktu sengang, waktu luang yang digunakan secara khusus untuk belajar. bukan sebagaimana yang ada dalam pikiran dan bayangan orang atau mahasiswa tatkala mendengar kata universitas, terbayang suatu tempat dimana orang-orang menghabiskan sebagian masa hidupnya untuk belajar atau mengkaji sesuatu. universitas sebagai institusi belajar sesungguhnya hanyalah salah satu dari sekian banyak tempat belajar yang tersedia di alam raya ini.

Saat ini masyarakat sangat percaya dengan fungsi dan peran universitas. bahkan duniapun telah menjadikan universitas sebagai alat ukur penentu kualitas dan kemajuan suatu bangsa. Angka partisipasi kasar masyarakat berkuliah menjadi salah satu indikator kualitas pembangunan suatu negara. kampanye besar-besaran "Ayo Kuliah" telah berhasil menyeret manusia untuk berlomba-lomba, berkompetisi, mamasuki dunia perkuliahan. Universitas sebagai jenjang yang tinggi sudah menjadi cita-cita dan harapan semua orang, apapun dilakukan demi meraih cita bisa kuliah. kenapa tidak diajak ayo belajar? padahal sejatinya inti pendidikan adalah belajar dimanapun, kapanpun. 
Maryono kata lain mariano diambil dari Afrika yang berarti lautan. jika nama Maryono adalah pengunungan dari bahasa madura asli yang berarti pemuda yang akan mengocang lautan asia afrika, dan mempunyai keberanian, cerdas atau goblok, dan pekerja keras. Orangnya juga soerang teman yang setia, dan selalu memberikan banyak nasehat yang baik dan menjadi pasangan yang bisa diandalkan. ketika terlibat dalam suatu hubungan, ia cenderung memberikan segalanya terhadap orang yang ia kagumi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar