Senin, 30 Desember 2019

Menemukan Potensi & Memobilisasi Aset Desa

Desa dimana aku lahir sebagai manusia yang berpikir dan berkebudayaan. Namun dengan adanya potensi pedesaan yang ada di Indonesia memiliki beragam karakteristik sosial ekonomi dan tingkat perkembangannya. Secara umum dalam perumusan kebijakan pembangunan, desa dikelompokkan menjadi tiga bagian yang mendasari penggalian potensinya. Pertama, desa cepat berkembang, Kedua, desa potensial berkembang, Ketiga, desa tertinggal. 

Desa cepat berkembang kebanyakan adalah desa yang dekat dan mempunyai akses yang muda ke kota. Kegiatan ekonomi masyarakatnya sudah mulai berorientasi pada ekonomi pasar dan menunjukkan perubahan dalam adat dan kebudayaannya. Sementara kelompok desa potensial berkembang, kegiatan ekonomi masyarakatnya ada di sektor primer yaitu pertanian dan pertambangan dengan ciri homogen dalam hal adat dan kebudayaannya. Untuk kelompok yaitu desa yang mempunyai masalah atau keterbatasan tertentu seperti sumber daya alam maupun sumber daya manusianya sehingga menyebabkan kemiskinan di desa. 

Kiprah dan peran strategis untuk melakukan serangkaian aktivitas yang sinergis dengan para pihak yaitu dengan adanya melibatkan semua unsur sumber daya lokal baik fisik maupun non fisik menjadi sebuah jalan bagi pemecahan masalah penuntasan kemiskinan yang selama ini terkadang belum optimal terjawab melalui program pemerintah. Selain itu adanya kemampuan inovasi dari pemuda yang difokuskan pada peran otonomi institusi lokal untuk mempromosikan transfer pengatahuan dan teknologi untuk memelihara keberlanjutan oragnisasi wisata. Dengan menciptkan konsep pasar bagi kegiatan kepariwisataan di desa juruan laok, lambat laun akan mengalami tingkat kesejahteraan penduduk di sektor ekonomi. Dengan demikian menjadi bagian penting proses identifikasi aset dan potensi desa yang akan mengakomodir dari sektor pertanian, perkebunan, pertenakan, perikanan dan kelautan. Komunitas SPDJL juga berusaha melahirkan muda mudi yang handal dan berakhlak yang siap membangun desa, melalui program-program pelatihan, kunjungan serta program pengembangan diri lainnya. Gambaran profil tersebut memberikan pemahaman bahwa aktor muda desa melakukan serangkaian aktivitas yang mengarah pada pengidentifikasian potensi desa. Hal ini dilakukan untuk dapat memberikan gambaran bagi pelaku perubahan dalam gerakan untuk mengetahui kuantitas aset berdasarkan kepemilikan, pemamfaatan dan kondisinya. Dengan dasar inilah kemudian mampu menyusun rencana sistematis untuk memobilisasi sumber daya manusia, sumber daya teknologi dan modal yang ada di desa. 

Menemukan potensi dan aset desa untuk menunjukkan bahwa dimensi partisipasi ada pada motif sukarela, adanya kepekaan dan adaptasi secara aktif untuk memunculkan komunikasi antar para pihak yang terlibat dalam aktivitas untuk melibatkan masyarakat. Berdasarkan pengalaman yang dilakukan oleh muda mudi satuan pemuda desa juruan laok menunjukkan adanya upaya memobilisasi partisipasi elemen masyarakat desa melalu komunitas sosial warga maupun kelembagaan desa. Selain itu terdapat usaha untuk menumbuhkan kesadaran bersama dalam melakukan aktivitas membangun desa dengan menjalin komunikasi, koordinasi dan berjejaring antara aktor pemuda dengan aktor komunitas sosial maupun kelembagaan desa tersebut. Keberadaan muda mudi yang berwirausaha desa akan banyak memiliki kontribusi dalam memberikan mamfaat keberlanjutan baik bagi subjek muda mudi, keluarga, komunitas, kelembagaan sosial masyarakat desa secara luas. 

Maryono kata lain mariano diambil dari Afrika yang berarti lautan. jika nama Maryono adalah pengunungan dari bahasa madura asli yang berarti pemuda yang akan mengocang lautan asia afrika, dan mempunyai keberanian, cerdas atau goblok, dan pekerja keras. Orangnya juga soerang teman yang setia, dan selalu memberikan banyak nasehat yang baik dan menjadi pasangan yang bisa diandalkan. ketika terlibat dalam suatu hubungan, ia cenderung memberikan segalanya terhadap orang yang ia kagumi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar