Rabu, 01 Januari 2020

Libur Telah Tiba 01 Januari 2020

Pada bulan januari tahun ini, dalam temaran kaca jendela kamar kos yang terendam embun dan titik gerimis, seorang pemuda berjas biru berjalan menembus hujan. Langkahnya ringan, seperti menunggu irama yang didendangkan hujan sebelum melemparkan kaki ke depan. Bertas punggung merah, ia tampak lebih tertata berjalan, seolah sedang meresapi kenikmatan berjalan pagi dengan suasana liburan tiba. Setiap langkahpun seperti suap yang layak dinikmati dan dicerna perlahan. Dan hampir setiap pagi, aku memandang matahari yang selalu mengirimkan sosok sinarnya, jatuh dalam berbagai wajah bercahaya di muka bumi, aku tidak pernah berhenti untuk tidak berimajinasi lebi jauh soal ini semua. 

Maka sembari berjalan menikmati suasana liburan atau kadangkala dalam kepadatan kereta api yang melintas, sebersit sinar pagi cukup untuk membuat aku terbangun dalam imajinasi ini. Yaitu bahwa pada saat yang sama, jutaan pemuda-pemudi Indonesia melalui pagi yang sama dalam penggal yang berbeda-beda. Aku yang selalu meledak untuk memebayangkan bahwa lepas dari kegelapan malam, jutaan pemuda-pemudi secara serentak berpesta pagi, meloncat-locat riang menuju tempat wisata menyambut tahun baru 2020, ada yang pergi sama pacarnya, ada pula yang pergi bersama teman-temannya.

Candaan dan tawa menjadi pengingat bahwa hari ini adalah hari rabu, 01 Januari 2020, hari yang ditunggu setalah berhari-hari berhadapan dengan setumpuk soal yang tidak jarang membuat mereka mengerutkan dahi. Hari yang dijanjikan oleh penjanji yang berjanji membawa mereka untuk sementara menikmati desir lembut alunan ombak, menikmati sayup-sayup gemerisik ranting diterpa angin utara dan menjajaki rona bahagia dari sambuta mentari pagi di ujung timur kota jogja sambil sementara melupakan bahwa perjalanan mereka masih cukup panjang.

Ahhhh... Liburan Telah Tiba.

Kaki-kaki mungil menapaki hamparan tanah memanjang, kiri dan kanan terlihat gemericik gerakan ikan yang menandakan mereka sedang lahap sebelum nantinya mereka yang akan dilahap. Jejak-jejak di sepanjang tanah lembek sehabis hujan semalam inilah yang nantinya menjadi penanda untuk pulang. Sepanjang perjalanan, tidak henti-hentinya mereka bercerita ini dan itu, asal mula nama-nama dan pengalaman-pengalaman mereka. Banyak hal yang baru diketahui setiap bersama mereka, karena ini bukan persoalan siapa diajar siapa, tapi ini siapa yang mau belajar apa. Kami menghitung waktu kami dengan ukuran lagu, sudah lima lagu yang kami senandungkan berarti tidak seberapa lama lagi kami akan sampai di pesisir lautan. Ya, laut, tempat di mana sebagian orang menjadikannya pintu pelarian guna mencari jawaban ataupun mengajukan pertanyaan. 

Tidak berapa lama kemudian, tepatnya di pertengahan lagu ket ujuh, kami sudah sampai, dan belum sempat lagu ketujuh diselesaikan, mereka sudah berlarian ke sana kemari, menari-nari di hamparan pasir hitam, memanjat pohon yang telah kehilangan dedaunan sambil berteriak, “Foto kami”,

Ahhh.. Liburan Telah Tiba.

Wajah bahagia berseri-seri nampak jelas dari belasan yang hadir di sini. Bersenang-senanglah mereka, menjumpai naluri mereka untuk bermain dan menghampiri takdir mereka untuk bahagia. Dan jika ditelisik, cara mereka menikmati bahagia ternyata sama, yakni ketika mereka bisa bersentuhan langsung dengan alam. Memang jika sudah seperti itu tidak ada satu pun yang bisa mengganggunya, seakan dunia milik mereka. Merekalah putra dan putri sang alam. 

Sesahutan burung camar semakin menambah semarak momen pagi ini, seakan camar juga merasakan apa yang dirasakan oleh sekumpulan manusia di bawahnya. Hiduplah untuk hari ini dan anggaplah esok takkan pernah ada, mungkin begitu kata burung camar sambil menukik ke laut mengincar ikan-ikan kecil yang menjadi bagian dari rantai makanan, lalu terbang menjauh ke arah pepohonan yang meninggi setiap harinya. Pada saat bersamaan matahari mulai meninggi, kilau pancaran sinarnya membuat lautan menjadi panggung yang dipenuhi kelap-kelip keperakan dan keemasan. Panggung ini ada untuk siapa saja, tidak perlu hebat untuk hadir di panggungnya yang megah, cukup percaya bahwa semua ini ada karena karunia Zat di penghujung langit sana. Sementara mereka semakin menikmati saja permainannya. 

Ahhhh... Liburan Telah Tiba.

Hangat perlahan berubah menjadi panas yang mencekat, menandakan sudah waktunya untuk kembali. “Yuk kita pulang”. Sesaat ketika mendengar itu, terlihat jelas perubahan air muka mereka, namun mereka sangat memahami bahwa memang waktunya untuk beranjak pergi. Langkah gontai menghampiri dengan senyum tetap menghiasi wajah mereka. Senyum, tawa, dan canda mereka akan terekam dalam memori yang sewaktu-waktu dapat diputar kembali. Sambil beringsut-ingsut pergi, bersama dilepas deburan ombak yang seakan menggebu, kami berjanji minggu depan dan minggu depannya lagi lalu minggu-minggu seterusnya kita akan kembali.


Maryono kata lain mariano diambil dari Afrika yang berarti lautan. jika nama Maryono adalah pengunungan dari bahasa madura asli yang berarti pemuda yang akan mengocang lautan asia afrika, dan mempunyai keberanian, cerdas atau goblok, dan pekerja keras. Orangnya juga soerang teman yang setia, dan selalu memberikan banyak nasehat yang baik dan menjadi pasangan yang bisa diandalkan. ketika terlibat dalam suatu hubungan, ia cenderung memberikan segalanya terhadap orang yang ia kagumi.

Senin, 30 Desember 2019

Dinamika Pancasila Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Birbicara tentang pancasila sebagai dasar ideologi negara merupakan kesepakatan politik para Founding Fathers ketika negar indeonesia didirikan. Namun dalam perjalanan panjang kehidupan berbangsa dan bernegara, pancasila sering mengalami berbagai deviasi dalam aktualisasi nilai-nilainya. Deviasi pengamalan pancasila tersebut bisa berupa penambahan, pengurangan dan penyimpangan dari makna yang seharusnya. Meskipun dengan siring dengan itu sering pula terjadi upaya pelurusan kemabli. Pancasila sering digolongkan ke dalam ideologi tengah di antara dua ideologi besar dunia yang paling berpengaruh, sehingga sering disifatkan bukan ini dan bukan itu. Pancasila bukan berpaham komunisme dan bukan pula berpaham kapitalisme. Pancasila tidak berpaham individualisme dan tidak berpaham kolektivisme. Bahkan bukan berpaham teokrasi dan bukan berpaham sekuler. Posisi pancasila inilah yang merepotkan aktualisasi nilai-nilainya kedalam kehidupan praktis berbangsa dan bernegara. Dinamika aktualisasi nilai pancasila bagaikan pendulum bandul jam yang selalu bergerak ke kanan dan ke kiri secara seimbang tanpa pernah berhenti tepat di tengah.

Pada saat beridirinya negara republik indonesia, telah disepakati agar mendasarkan diri pada ideologi pancasila dan undang-undang dasar 1945 untuk mengatur dan menjalankan kehidupan bernegara. Namun sejak november 1945 sampai sebelum dekrit Presiden 5 juli 1959 pemerintah indonesia mengubah haluan politiknya dengan mempraktikan sistem demokrasi liberal. Dengan kebijakan ini berarti mengerakkan pendalum bergeser ke kanan. Pemerintah indonesia menjadi pro libaralisme, deviasi ini dikoreksi dengan keluarnya dekrit presiden ini berarti haluan politik negara dirubah. Pebdalum yang posisinya samping kanan di geser dan digerakkan ke kiri. Kebijakan ini menguntungkan dan dimamfaatkan oleh kekuatan politik di Indonesia yang berhaluan kiri PKI. Hal ini tampak kepada kebijakan pemerintah yang anti terhadap barat kapitalisme dan pro ke kiri dengan dibuatnya poros jakarta-peking dan jakarta-pyong yang puncaknya adalah peristiwa pemeberontakan Gerakan 30 September 1965. Peristiwa ini menjadi pemicu tumbangnya pemerintahan orda lama Ir. Soekarno dan berkuasanya pemerintahan orda baru Jenderal Suharto.

Pemerintah orda baru berusaha mengoreksi segala penyimpangan yang dilakukan oleh razim sebelumnya dalam pengamalan pancasila dan undang-undang dasar 1945, pemerintah orda baru merubah haluan politik yang tadinya mengarah ke posisi kiri dan anti barat menariknya koposisi kanan. Namun razim orda baru pun akhirnya dianggap menyimpang dari garis politik pancasila dan undang-undang dasar 1945, ia dianggap cenderung ke praktik libaralisme-kapitalistik dalam mengelola negara. Pada tahun 1998 munculnya gerakan reformasi yang dahsyat dan berhasil mengakhiri 32 tahun kekuasaan razim orda baru. Setelah tumbangnya razim orda baru telah muncul 4 regim pemerintah reformasi sampai saat ini. Pemerintah razim reformasi ini semestinya mampu memberikan koreksi terhadap penyimpangan dalam mengamalkan pancasila dan undang-undang dasar 1945 dalam praktik bermasyarakat dan bernegara yang dilakukan oleh orda baru.

Dalam perkembangannya, pancasila selalu mendapat sorotan dan tekanan yang sangat tajam baik dari kalangan dalam maupun luar negeri. Berdasarkan hasil implementasi menunjukkan bahwa ideologi pancasila masih jauh dari visi ideal. Pemahaman nilai-nilai pancasila dikalangan elit politik dan pemerintahan masih belum memadai sehingga belum mampu memberikan keteladanan dalam penerapan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini mengindikasikan adanya krisis ideologi. Secara historis, dinamika ideologi multi-polar masih akan selalu hadir dalam setiap perkembangan zaman dan hampir pasti pasti hal ini akan berpengaruh besar terhadap kemandirian dan keberlanjutan bangsa Indonesia. Tidak semua ideologi multi-polar dapat dikatakan buruk, dan demikian pula sebaliknya. Namun hal ini yang perlu disadari bahwa implementasi ideologi setiap negara akan cenderung untuk kepentingan sendiri. Bahwa setiap tindakan yang menggunakan jargon atau berkedok ideologi, masih perlu dicermati terkait dengan kepentingan diri sendiri. Selama kemandirian pada diri sendiri belum terwujud, perluasan dan penanaman ideologi pancasila akan diterima kalangan luas sebagai ilusi.

Dalam perspektif ke depan, bangsa indonesia terlebih dahulu harus mampu menunjukkan prestasinya dalam kemandirian di bidang pemenuhan kebutuhan dasar, pertahanan dan keamanan ekonomi serta keuangan. Langkah utama secara mikro yang perlu ditempuh adalah penanaman nilai-nilai pancasila dan implementasinya dalam kehidupan sehari-harinya, dan secara makro dapat diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan, perpolitikan, dan sistem ketatanegaraan Republik Indonesia, pergaulan dunia yang damai dan bermartabat, sebagaimana digagas para pendiri bangsa Indonesia, memerlukan dukungan bukti dalam implementasi pancasila secara konsisten dalam penyelenggaraan pemerintahan negara.
Maryono kata lain mariano diambil dari Afrika yang berarti lautan. jika nama Maryono adalah pengunungan dari bahasa madura asli yang berarti pemuda yang akan mengocang lautan asia afrika, dan mempunyai keberanian, cerdas atau goblok, dan pekerja keras. Orangnya juga soerang teman yang setia, dan selalu memberikan banyak nasehat yang baik dan menjadi pasangan yang bisa diandalkan. ketika terlibat dalam suatu hubungan, ia cenderung memberikan segalanya terhadap orang yang ia kagumi.

Di Balik Kemesraan ada Kesepian : Manusia & Teknologi

Manusia menggunakan teknologi karena memiliki akal. Dengan akalnya manusia ingin keluar dari masalah, ingin hidup lebih baik, lebih aman, dan seterusnya. Perkembangan teknologi menjadi karena seseorang menggunkan akalnya untuk mneyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya. Kemajuan teknologi adalah suatu yang tidak bisa dihindari dalam kahidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengatahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan mamfaat posistif bagi kehidupan manusia, teknologi juga memeberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktivitas manusia. Manusia juga sangat mesra menikmati banyak mamfaat yang dibawah oleh inovasi-inovasi teknologi yang telah dihasilkan beberapa terakhir ini.

Pada era globalisasi saat ini, penguasaan teknologi menjadi prestise dan indikator kamajuan suatu negara. Negara dikatakan maju jika memiliki tingkat penguasaan teknologi tinggi, sedangkan negara-negara yang tidak bisa beradaptasi dengan kemajuan teknologi sering di sebut dengan negara gagal. Bberikut nama-nama negara terhebat di dunia, Finlandia, Amerika Serikat, Jepang, Swedia, Korea Utara, Belanda, Inggris, Singapura, Korea Utara dan Australia. Negara-negara yang berjaya ini menjadi adikuasa, kaya raya, dan berprestise karena bermodalkan teknologi. Oleh karena itu, memasuki Milenium III ini, tidak mengherankan berkembang keinginan untuk memamfaatkan, mengembangkan, dan menguasai teknologi. 

Terobosan teknolgi di bidang mekro elek tronika, bio teknologi, telekomunikasi, komputer, internet, dan robotik telah mengubah secara mendasar cara-cara kita mengembangkan dan mentransformasikan teknologi ke dalam sektor produksi yang manghasilkan barang dan jasa dengan teknologi tinggi. Namun pada satu sisi, perkembangan dunia iptek, yang demikian mengangumkan itu memang telah membawa mamfaat yang luar biasa bagi kemajuan pradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemajuan fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis. 

Demikian juga ditemukannya formulasi-formulasi baru kapasitas komputer, solah sudah mampu mengeser posisi kemampuan otak manusia dalam beerbagai bidang ilmu dan aktivitas manusia. Ringkas kata kamajuan teknologi saat ini benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia. Di sisi lain, manusia tidak bisa menipu dirinya sendiri akan kenyataan bahwa teknologi mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia modern. Kemajuan teknologi, ketika urusan itu semakin mudah, maka muncul kesepian dan keterasingan baru, yakni lunturnya rasa solidaritas, kebersamaan, dan silaturrahami. Contohnya penemuan televisi, komputer, internet, dan handphone telah mengakibatkan terlena dengan dunia layar. Layar kemudian menjadi teman setia bahka kita lebih memperhatikan dunia layar dibandingkan pacar atau mantan, lebih-lebih istri atau suami, dan anak sekalipun. Hampir setiap bangun tidur kita menekan tombol televisi untuk melihat layar, pergi ke tempat kerja akan menekan tombol handphone melihat layat untuk ber-sms, Whatsapp ria atau main game, sampai di tempat kerja sudah tersedia layar komputer atau layat televisi,. Begitu juga ketika pulang dari tempat kerja sampai rumah, layar televisi yang dilihat dahulu bukan istri dan anak. Instagram dan Whatsapp membuat manusia mengalami amnesia lupa anak istri atau suami dan ingat mantan di nomer Whatsapp. Akibatnya hubungan antar anggota keluarga renggang, satu sama lain asyik dengan layarnya masing-masing, ini baru dengan anggota keluarga sendiri, belum lagi dengan tetangga, mungkin bertemu dengan tentangga hanya ketika bendera merah putih tanda kematian berdiri di depan rumah tetangga. Ketika itu, baru kita asadar ada anggota yang wafat. dengan sedikit basa basi kita membusuk sebentar sebelum pergi ke tempat kerja.

Teknologi layar mampu membius manusia untuk tunduk pada layar dan mengabaikan yang lain. Jika manusia tidak sadar akan hal ini, maka dia akan kesepian dan kehilangan sesuatu yang amat penting dalam dirinya, yakni kebersamaan, hubungan kekeluargaan, dan sosial yang hangat. Jika pengaruh teknologi yang demikian semakin dalam, manusia tidak sadar akan kebutuhan yang sebenarnya. Ibarat orang yang pertama kali tinggal di dekat kandang ayam pada minggu pertama tidurnya susah kalaupun bisa hanya satu atau dua jam saja karena bau yang menyengat. Minggu kedua juga bisa menyesuaikan diri dengan bau itu dan pada minggu selanjutnya sudah terbiasa. Setalah bertahaun-tahun tinggal disana sudah rindu pada bau tersebut, bahkan tidak bisa tidur kalau belum disertai wangi-wangian kandang ayam tersebut. 

Teknologi yang sedang melanda kehidupan kita sekarang juga ibarat orang yang betah tinggal di samping kandang ayam tadi, seking asyiknya dia tidak sadar bahwa teknologi layar membuat dia terpinggirkan dari sebuah kebutuhan mendasar. Dia hanya berimajinasi sesuai apa yang ditayangkan televisi, youtube, apalagi yang menonton itu anak-anak yang belum mampu menbedakan antara yang nyata dan visual. Tuntunan melarang penayangan acara Smack Down atau sejenisnya di salah satu stasiun televisi atau youtube merupakan suatu contoh betapa besarnya akibat acara tersebut apalagi kecanduan bermain game online dikalangan anak remaja menjelang dewasa secara tidak langsung sikis manusia telah dirasuki susupan sedikit demi sedikit masuk ke dalam dam menjadi kepribadian yang sama dengan kejadian dalam game online tersebut. Mulai dari anak masih gendongan ibu, sekolah dasar, sekolah menegah pertama dan sekolah menengah atas sampai pada perguruan tinggi banyak yang meniru apa yang mereka tonton dan tidak sengan-sengan membuat prolaku sadis sehingga berakibat fatal bagi fisik dan bahkan ada yang meninggal.

Manusia saat ini benar-benar telah menjadi budak dari teknologi. bahwa mahasiswa masa kini mengalami penyakit nomophobia, yaitu perasaan cemas dan takut jika tidak bersama telepon ganggamnya. Sementara itu riset yang pernah dilakukan oleh Zogby International di Amerika Serikat menunjukkan 24 persen dari 1.950 responden yang terdiri dari orang dewasa menyatakan internet memberikan dampak yang signifikan dalam hidup mereka. Menurut perusahaan riset tersebut, sebagian besar masyarakat mengatakan tak bisa hidup tanpa internet dan membutuhkan konnektivitas dengan kecepatan tinggi. Sebanyak 22 persen dari peserta penelitian itu mengaku mengakses facebook katika berinternet dan 10 persennya mengunjungi situs Google. Ketika ditanya prediksi mereka tentang teknologi imformasi masa depan. 40 persen dari responden membayangkan dalam beberapa tahun ke depan akan di tanam sebuah Cip di tubuh seluruh warga dunia. Cip ini berfungsi untuk memantau kondisi kesehatan dan mendeteksi keberadaan orang tersebut. Sebagian dari mereka juga meyakini berbagai pekerjaan yang dilakukan manusia akan beralih ke robot Zogby menambahkan, kemajuan teknologi juga akan terasa di bidang kesehatan khususnya dalam pengembangan teknik kloning untuk menciptakan organ tubuh manusia dan sistem cell. 

Maryono kata lain mariano diambil dari Afrika yang berarti lautan. jika nama Maryono adalah pengunungan dari bahasa madura asli yang berarti pemuda yang akan mengocang lautan asia afrika, dan mempunyai keberanian, cerdas atau goblok, dan pekerja keras. Orangnya juga soerang teman yang setia, dan selalu memberikan banyak nasehat yang baik dan menjadi pasangan yang bisa diandalkan. ketika terlibat dalam suatu hubungan, ia cenderung memberikan segalanya terhadap orang yang ia kagumi.

Merawat Jejaring Untuk Kesejahteraan Desa

Suka ria bercanda tawa dalam hidup yang bahagia, desa yang maju, nyaman, aman serta tertip adalah suatau kewajiban dalam merawat pembangunan masyarakat desa. Kesejahteraan desa secara teoritis dikatagorikan menjadi tiga macam pendekatan pembangunan di antaranya mobilisasi, partisipatif dan akulturasi. Pada pendekatan mobilisasi, masyarakat yang menjadi sasaran tidak memiliki andil apapun dalam merencanakan pembangunan yang tidak dilakukan, sementara pada pendekatan partisipatif antara perencana masyarakat dan pemerintah baik dengan menggunakan sumber daya yang bersumber dari desa, bantuan pemerintah maupun bantuan organisasi-organisasi atau lembaga domestik maupum internasional untuk menciptakan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik.

Aspek pentimg dari pembangunan desa melalui kelembagaan desa salah satunya berkaitan dengan konsep partisipasi adalah jejaring antar kelembagaan., baik yang terbentuk karena struktur adat, kesatuan wilayah, kesatuan primordial, kesamaan minat maupun kepentingan. Muda mudi mampu menunjukkan adanya upaya pengembangan masyarakat yang merupakan bagian dari pembangunan sosial . Dalam hal ini, secara konsep menjadi penting untuk memahami karakteristik dari komponen pengelola pengembangan masyarakat sehingga memiliki hubungan kerjasama yang erat dalam memberikan gagasan, ide, perhatian, dukungan, pendampingan yang saling melengkapi. 

LSM dan masyarakat menjadi penting dalam proses pembangunan dan pengembangan masyarakat desa. Tiap-tiap komponen kelembagaan dengan stakeholder tersebut memiliki peran dan fungsi sendiri yang karena itu perlu di atur dan di sepakati sehingga menjadi uapaya sinergis yang saling menguatkan antara satu dengan yang lainnya. Keberfungsian dari jejaring antar kelembagaan tersebut dapat menunjukkan tingkatan interaksi yang menunjukkan komitmen, keterlibatan dan tingkat ikatan yang hendak dibangun antar mitra jejaring. 

Usaha merawat jejaring kelembagaan pemuda desa ini penting karena adanya kebutuhan antar individu pemuda sebagai upaya untuk fokus pada sumber daya yang dimiliki, namun sekaligus dapat mengakses kesempatan lain yang tidak mungkin terpenuhi jika diakses sendiri secara langsung. Keberadaan jaringan ini setidaknya mampu menjembatani antar aktor untuk menciptakan solusi-solusi jangka pendek bahkan dalam banyak hal strategis atas suatu persoalan tertentu. Kombinasi beragam dari sumber daya yang dimilki sebuah jaringan secara efektif juga akan mampu memberi pengaruh terhadap kelompok atau komunitas di luar jaringan. Pengaruh pada akhirnya akan memberi perluasan pemahaman atas isu perjuangan yang di usung dalam jaringan.

Bila dikaitkan dengan konsep jaringan, koordinasi menjadi kata kunci untuk menjelaskan bahwa organisasi dikelola oleh aktor-aktor yang setara, bukan dalam kerangka kerja top-donw. Kondisi ini yang diupayakan oleh penggerak kewirausahaan desa untuk membangun dan merawat jejaring. Satu hal yang mesti dipahami, jejaring bukanlah suatu yang hadir dengan sendirinya secara alamiyah. Jejaring melibatkan proses aktif dan dinamis, termasuk juga konflik dan negosiasi baik secara internal maupun dengan aktor eksternal  ynga menjadi target perubahan. Oleh karena itu, jejaring memerlukan adanya komitmen aktif untuk melakukan pemebelajaran agar dinamika serta konflik dapat dikelola. Atas dasar itulah, diperlukan adanya kemampuan untuk membangun dan merawat jejaring yang ada. 
Maryono kata lain mariano diambil dari Afrika yang berarti lautan. jika nama Maryono adalah pengunungan dari bahasa madura asli yang berarti pemuda yang akan mengocang lautan asia afrika, dan mempunyai keberanian, cerdas atau goblok, dan pekerja keras. Orangnya juga soerang teman yang setia, dan selalu memberikan banyak nasehat yang baik dan menjadi pasangan yang bisa diandalkan. ketika terlibat dalam suatu hubungan, ia cenderung memberikan segalanya terhadap orang yang ia kagumi.

Menemukan Potensi & Memobilisasi Aset Desa

Desa dimana aku lahir sebagai manusia yang berpikir dan berkebudayaan. Namun dengan adanya potensi pedesaan yang ada di Indonesia memiliki beragam karakteristik sosial ekonomi dan tingkat perkembangannya. Secara umum dalam perumusan kebijakan pembangunan, desa dikelompokkan menjadi tiga bagian yang mendasari penggalian potensinya. Pertama, desa cepat berkembang, Kedua, desa potensial berkembang, Ketiga, desa tertinggal. 

Desa cepat berkembang kebanyakan adalah desa yang dekat dan mempunyai akses yang muda ke kota. Kegiatan ekonomi masyarakatnya sudah mulai berorientasi pada ekonomi pasar dan menunjukkan perubahan dalam adat dan kebudayaannya. Sementara kelompok desa potensial berkembang, kegiatan ekonomi masyarakatnya ada di sektor primer yaitu pertanian dan pertambangan dengan ciri homogen dalam hal adat dan kebudayaannya. Untuk kelompok yaitu desa yang mempunyai masalah atau keterbatasan tertentu seperti sumber daya alam maupun sumber daya manusianya sehingga menyebabkan kemiskinan di desa. 

Kiprah dan peran strategis untuk melakukan serangkaian aktivitas yang sinergis dengan para pihak yaitu dengan adanya melibatkan semua unsur sumber daya lokal baik fisik maupun non fisik menjadi sebuah jalan bagi pemecahan masalah penuntasan kemiskinan yang selama ini terkadang belum optimal terjawab melalui program pemerintah. Selain itu adanya kemampuan inovasi dari pemuda yang difokuskan pada peran otonomi institusi lokal untuk mempromosikan transfer pengatahuan dan teknologi untuk memelihara keberlanjutan oragnisasi wisata. Dengan menciptkan konsep pasar bagi kegiatan kepariwisataan di desa juruan laok, lambat laun akan mengalami tingkat kesejahteraan penduduk di sektor ekonomi. Dengan demikian menjadi bagian penting proses identifikasi aset dan potensi desa yang akan mengakomodir dari sektor pertanian, perkebunan, pertenakan, perikanan dan kelautan. Komunitas SPDJL juga berusaha melahirkan muda mudi yang handal dan berakhlak yang siap membangun desa, melalui program-program pelatihan, kunjungan serta program pengembangan diri lainnya. Gambaran profil tersebut memberikan pemahaman bahwa aktor muda desa melakukan serangkaian aktivitas yang mengarah pada pengidentifikasian potensi desa. Hal ini dilakukan untuk dapat memberikan gambaran bagi pelaku perubahan dalam gerakan untuk mengetahui kuantitas aset berdasarkan kepemilikan, pemamfaatan dan kondisinya. Dengan dasar inilah kemudian mampu menyusun rencana sistematis untuk memobilisasi sumber daya manusia, sumber daya teknologi dan modal yang ada di desa. 

Menemukan potensi dan aset desa untuk menunjukkan bahwa dimensi partisipasi ada pada motif sukarela, adanya kepekaan dan adaptasi secara aktif untuk memunculkan komunikasi antar para pihak yang terlibat dalam aktivitas untuk melibatkan masyarakat. Berdasarkan pengalaman yang dilakukan oleh muda mudi satuan pemuda desa juruan laok menunjukkan adanya upaya memobilisasi partisipasi elemen masyarakat desa melalu komunitas sosial warga maupun kelembagaan desa. Selain itu terdapat usaha untuk menumbuhkan kesadaran bersama dalam melakukan aktivitas membangun desa dengan menjalin komunikasi, koordinasi dan berjejaring antara aktor pemuda dengan aktor komunitas sosial maupun kelembagaan desa tersebut. Keberadaan muda mudi yang berwirausaha desa akan banyak memiliki kontribusi dalam memberikan mamfaat keberlanjutan baik bagi subjek muda mudi, keluarga, komunitas, kelembagaan sosial masyarakat desa secara luas. 

Maryono kata lain mariano diambil dari Afrika yang berarti lautan. jika nama Maryono adalah pengunungan dari bahasa madura asli yang berarti pemuda yang akan mengocang lautan asia afrika, dan mempunyai keberanian, cerdas atau goblok, dan pekerja keras. Orangnya juga soerang teman yang setia, dan selalu memberikan banyak nasehat yang baik dan menjadi pasangan yang bisa diandalkan. ketika terlibat dalam suatu hubungan, ia cenderung memberikan segalanya terhadap orang yang ia kagumi.

Kamis, 26 Desember 2019

Kuliah itu Candu..!!!

Semraut tak jelas, ngaur dan nganggur, bayar dan gratis. itulah gambaran pendidikan saat ini, apakah kalian masih mau duduk di kursi dalam kelas ber jam-jam? setia menunggu dosen yang terlambat? rela berkorban jiwa, raga, dan pikiran demi kepentingan akreditasi dan syarat adminitrasi demi cairan pulus agar bisa di kapitalisasi? sungguh orang-orang yang tak tau diri, kaki di bungkus di pagi hari dan nongkrong di gedung-gedung tinggi, berdasi habis itu korupsi. 
Pendidikan bagi umat manusia disadari telah mampu menciptakan kemajuan pradaban unggul dimuka bumi ini. Belajar menjadi inti dari aktifitas pendidikan, tanpa belajar sesungguhnya tidak ada aktifitas pendidikan, dengan belajar manusia akan menjadi makhluk produktif, kreatif, berbudaya, dan berwatak, sehingga diyakini mampu mengurangi kemiskinan, eklusivisme, kebodohan, penindasan dan peperangan. 

Dalam perkembangan makna pendidikan direduksi, disederhanakan menjadi sekolah dan diayun-ayunkan menjadi universitas. pendidikan dimaknai sangat sederhana namun universitas yang menyengsarakan proses belajar manusia di dalam kehidupannya. tentu saja konsep ini akan tercapai manakala belajar sebagai inti pendidikan tidak dibatasi dalam lingkup yang sempit sebagai aktifitas berkuliah dari pagi sampai malam. 

Universitas sering didefinisikan sebagai lembaga pendidikan yang menghendaki kehadiran penuh kelompok-kelompok umur tertentu dalam ruang-ruang kelas yang dipempin oleh dosen untuk mempelajari kurikulum-kurikulum yang bertingkat. kehadiran penuh dalam tempat tertentu ini sesungguhnya hanyalah pemamfaatan sebagian waktu luang yang dimiliki oleh setiap orang atau mahasiswa, karena sebagaimana asal kata universitas yang berarti waktu luang atau waktu sengang, waktu luang yang digunakan secara khusus untuk belajar. bukan sebagaimana yang ada dalam pikiran dan bayangan orang atau mahasiswa tatkala mendengar kata universitas, terbayang suatu tempat dimana orang-orang menghabiskan sebagian masa hidupnya untuk belajar atau mengkaji sesuatu. universitas sebagai institusi belajar sesungguhnya hanyalah salah satu dari sekian banyak tempat belajar yang tersedia di alam raya ini.

Saat ini masyarakat sangat percaya dengan fungsi dan peran universitas. bahkan duniapun telah menjadikan universitas sebagai alat ukur penentu kualitas dan kemajuan suatu bangsa. Angka partisipasi kasar masyarakat berkuliah menjadi salah satu indikator kualitas pembangunan suatu negara. kampanye besar-besaran "Ayo Kuliah" telah berhasil menyeret manusia untuk berlomba-lomba, berkompetisi, mamasuki dunia perkuliahan. Universitas sebagai jenjang yang tinggi sudah menjadi cita-cita dan harapan semua orang, apapun dilakukan demi meraih cita bisa kuliah. kenapa tidak diajak ayo belajar? padahal sejatinya inti pendidikan adalah belajar dimanapun, kapanpun. 
Maryono kata lain mariano diambil dari Afrika yang berarti lautan. jika nama Maryono adalah pengunungan dari bahasa madura asli yang berarti pemuda yang akan mengocang lautan asia afrika, dan mempunyai keberanian, cerdas atau goblok, dan pekerja keras. Orangnya juga soerang teman yang setia, dan selalu memberikan banyak nasehat yang baik dan menjadi pasangan yang bisa diandalkan. ketika terlibat dalam suatu hubungan, ia cenderung memberikan segalanya terhadap orang yang ia kagumi.

Kamis, 19 Desember 2019

Kampusku dalam Pusaran Global

Pendidikan tinggi adalah tempat sesorang untuk berekspresi, mengembangkan dan menelaah diri dalam dunia kampus yang berarti mengembangkan kapasitas berpikir sivitas akademika. Jika menjadi budaya dalam kehidupan kampus maka kemungkinan menjadikan pendidikan tinggi sebagai media pembentukan masyarakat kampus yang kritis, inovatif, dan dinamis. Namun sebaliknya, jika yang dikembangkan kampus adalah budaya akademik yang instan, praktis, dan pragmatis maka kampus hanya akan melahirkan budaya keheningan.

Institusi pendidikan tinggi merupakan bagian dari institusi-institusi sosial lain yang dapat berperan sebagai pendudukung hegemoni atau melawan hegemoni, kampusku bingung yang tak sejalan dengan visi misinya karena dihadapkan terhadap dua pilihan membangun budaya bisu atau budaya kritis, menumbuhkan spirit toleransi atau intoleransi, memperkuat masyarakat multikulturalisme atau monokulturalisme. Jika demikian halnya, maka pendidikan menjadi instrumen yang politis, bukan a politis. Pendidikan menjadi media yang tidak netral dalam pusaran global saat ini.

Mengapa pendidikan menjadi arena politis dan tidak netral dalam membentuk budayanya? karena dari rahim pendidikanlah akan lahir manusia-manusia idealis atau prgamatis, humanis atau dehumanis, toleran atau intoleran, berintegritas atau krisis integritas, individualis atau sosialis. pendidikan memiliki peran yang sangat signifikan dalam melahirkan dan membentuk pribadi-pribadi tertentu. Semuanya tergantung pada dasar filosofi dan nilai di atas mana institusi pendidikan dibangun serta praktis pendidikan apa yang dapat dikembangkan dalam pusaran global. Iklim sosial yang dibangun di kampus misalnya, marupakan bagian dari kurikulum tersembunyi yang juga berkontribusi dalam membentuk kepribadian sivitas akademika.