Senin, 23 Maret 2020

Seratus Satu Cita-Cita

Perubahan dunia sekitar, baik yang bersifat konstruktif maupun destruktif, menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan kehidupan manusia. Setiap terjadi perubahan lingkungan, manusia harus mengambil keputusan intrinsik pribadi sebagai konsekuensi interaksi manusia dengan dunia sekitarnya. Kegagalan manusia dalam menemukan orientasi intrinsik di tengah berbagai kemungkinan yang tak terhitung banyaknya berpotensi menimbulkan kecemasan yang menjadi salah satu ancaman terhadap kebermaknaan hidup manusia. 

Sebaliknya, keberhasilan manusia menemukan orientasi dan membuat keputusan pribadi dalam mengatasi krisis yang mendatangkan berbagai pengalaman-pengalaman emosi positif yang merupakan salah satu unsur penting dalam kebermaknaan hidup. Yang menjadi masalah bagi satiap orang termasuk aku pribadi adalah bagaimana cara memperoleh kebermaknaan hidup di tengah lajunya percepatan perubahan akibat modernisasi seperti sekarang ini. ??

1. ................... Ingin Menjadi Kaya Materi, Ilmu Pengatahuan, Pengalaman dan Relasi
2. ................... Ingin Memiliki Rumah Pribadi
3. ................... Ingin Membangun Perusahaan dan Menjadi Directur Utama Perusahaan
4. ................... Ingin Memberangkatkan Kedua Orang Tua Naik Haji ke Tanah Suci
5..................... Ingin Keliling Indonesia dan juga Dunia
6..................... Ingin Menjadi Seorang Sarjana Goblok Berpotensi
7..................... Membangun Desa dan Negara menjadi Maju, Pokir, kreativitas, Sosial, Ekonomi, Budaya dan Politik
8..................... Membangun Rumah Tangga SAMAWA
9.....................
10...................
11...................
12...................
13...................
14...................
15...................
16...................
17...................
18...................
19...................
20...................
21...................
22...................
23...................
24...................
25...................
26...................
27...................
28...................
29...................
30...................
31...................
32...................
33...................
34...................
35...................
36...................
37...................
38...................
39...................
40...................
41...................
42...................
43...................
45...................
46...................
47...................
48...................
49...................
50...................
51...................
52...................
53...................
54...................
56...................
57...................
58...................
59...................
60...................
61...................
62...................
63...................
64...................
65...................
67...................
68...................
69...................
70...................
71...................
72...................
73...................
74...................
75...................
76...................
78...................
79...................
80...................
81...................
82...................
83...................
84...................
85...................
86...................
87...................
89...................
90...................
91...................
92...................
93...................
94...................
95...................
96...................
97...................
98...................
99...................
100.................
Saratus Satu...


Jumat, 20 Maret 2020

Humanisme, Arsitektur dan Perencanaan Kota

Humanisme memiliki arti penting bagi kehidupan manusia, khususnya di eropa pada saat itu. humanism ialah istilah dalam sejarah imtelektual yang acap kali digunakan dalam bidang filsafat, pendidikan dan literatur, sehingga pada kenyataanya menujukkan beragam makna yang terkandung dalam kata humanisme ini yang berkenaan dengan pergumulan manusia dalam memahami dan memaknai eksistensi dirinya dalam hubungan kemanusiaan orang lain di dalam komunitas, kelompok dan masyarakat pada umumnya. perbedaan interpretasi atas kata humanisme sebetulnya lebih merupakan persoalan perspektif dalam menelaah bidang yang dikaji.

Pada dasarnya istilah humanisme mempunyai pemaknaan dan riwayatnya yang kompleks. Namun, kata humanisme mulai dikenal dalam wacana filsafat sekitar abad ke-19, menurut seorang tokoh yang bernama K. Bertens, yang mencakup istilah humanisme pertama kali digunakan dalam literatur di jerman, sekitar pada tahun 1806 sedangkan di inggris sekitar pada tahun 1860. humanisme diawali dari term humanis atau yang manusiawi yang dimulai sekitar pada masa akhir zaman skolastik di italia, humanisme itu dimaksudkan untuk mengebrak kebekuan gereja yang memasung kebebasan, kreatifitas, dan cara tangkap manusia yang diinspirasi dari kejayaan kebudayaan Rumawi dan Yunani. 

Humanisme sebagai gerakan kemanusiaan telah mengalami proses penafsiran dan penurunan kata yang panjang. oleh karena itu humanisme irat kaitannya dengan kata latin klasik, yakni humus, yang berarti tanah atau bumi. dari istilah tersebut muncul kata homo yang berarti manusia, dan humanus yang lebih menunjukkan sifat membumi dan manusiawi. para tokoh humanis berkeyakinan bahwa dengan mempelajari kembali karya-karya klasik, spirit yang pernah dimiliki manusia di jaman klasik sempat hilang bertepatan dengan abad pertengahan, yang akan dapat ditumbuhkan kembali melalui kebebasan yang mampu memberikan justifikasi atas otonomi rasional manusia, yang memungkinkan manusia melihat dirinya sendiri terlibat dalam alam dan sejarah, sehingga mampu menjadikan semua itu sebagai bagian dari kehidupannya yang akan menuntun hidup lebih bermoral dan efektif.

Hal ini tercermin pada konseop ideal tentang Manusia Renaissance yaitu individu yang hidup di dunia dan belajar terus menerus tentang berbagai aspek kehidupan di dunia sesuai kemampuaan akalnya, guna meningkatkan kualitas kehidupan diri sendiri dan manusia yang lainnya. kemudian, cakupan sektor dunia pendidikan harus lebih luas tidak hanya meliputi pembelajaran intelektual, tetapi juga pengembangan fisik dan moral, sehingga dihasilkan warga negara yang bertanggung jawab dan memiliki kebanggaan untuk berpartisipasi dalam proses politik. meskipun demikian, para humanis Renaissance bukanlah orang etheis, tetapi mereka tetap meyakini Tuhan sebagai sang pencipta dan maha kuasa. Namun, mereka melihat kuasa Tuhan sebagai suatu kendali umum bukan intervensi terhadap kehidupan manusia sehari-hari, sehingga manusia bisa mengembangkan perspektif keilmiahan untuk memahami hukum-hukum alam yang mengatur dunia. Pada dasarnya manusia menjadi pelayan dunia untuk mengendalikan sebagian masalah melalui kemampuan rasionalnya, karena Tuhan telah menciptakan dan menjaga keteraturan dalam alam raya ini adalah tugas manusia agar tidak terjadi suatu kerusakan pada bumi ini.

Tampaklah suatu bangunan yang unik dan indah bagaikan seni dan arsitektur yang menirukan alam semesta ditata menurut hukum yang rasional dan matematis, dan jika seniman dan arsitek dan menggunakan hukum-hukum yang sama dalam berkarya, maka mereka akan mampu menangkap alat atur yang melandasi ukiran dan pondasi dari suatu banguanan yang memberikan justifikasi bagi penggunaan bentuk-bentuk klasik. Alvar Aalto seorang tokoh yang sangat dikenal sebagai arsitektur modern humnis, menunjukkan posisi kritisnya terhadap rasionalisme yang berorientasi pada teknologi. Bagi Alto sendiri, rasionalisme yang murni harus merupakan sintesis yang mencakupi seluruh bidang aktivitas manusia, termasuk konsep manusia bermain. Oleh karena itu, yang kemudian menjadi elemen-elemen manusia bermain terhadap ketidakseimbangan formula antara fungsi dan bentuk dalam arsitektur, dengan melibatkan berbagai aspek psikologis dan kemanusiaan.

Di bidang perencanaan kota isu tentang Humanisme semakin mendapatkan tanggapan yang meluas seperti tercermin dalam Global Plan Action  UNESCO "Memanusiakan Kota"  yang disampaikan dalam habitat II City Summit di Istambul pada tahun 1996.  Di katakan bahwa kota di abad 21 harus menjadi ruang dan tempat dimana berbagai budaya saling bertemu dab berinteraksi. Oleh karenanya, memanusiakan kota diperlukan pengelolaan atas kompleksitas, aspirasi terhadap diversitas dan berbagai bentuk solidaritas baru. Dengan demikian kota akan menjadi tempat yang unik untuk meletakkan landasan bagi perdamaian dan keselarasan melalui pengembangan solidaritas di warga kota di seluruh penjuru dunia. Kalau ditinjau dari reaksi klasik-modern terhadap kekhawatiran mereka pada kondisi arsitektur di dunia masa kini, karena mereka berargumentasi bahwa para arsitek masa kini sudah terlalu ekosentrik, birokratik, anti-intelektual dan terfragmentasi, tidak selalu membangun daya pikir yang kritis, arogan dan berorientasi ke masa depan. Mereka menyerukan agar para arsitek di masa kini, mampu merealisasikan arsitektur yang lebih berpusat pada manusia agar kita lebih yakin pada kreativitas manusia yang melalui otonomi arsitektur dapat diciptakan kebebasan bagi para perancang untuk menghadapi kekangan dari manntra dominan pembangunan berkelanjutan.

Arsitek harus berani bereksperimen dengan bentuk atau proses material baru tanpa dibatasi oleh lingkungan asalnya. Estetika hendaknya digunakan untuk melayani manusia bukan untuk melengkapi dunia yang alami, namun para arsitek harus berani menghadpi resiko kegagalan. Arsitek harus lebih memiliki keyakinan tentang arsitektur demi kepentingan arsitektur itu sendiri, yang kemudian berbagai kendala dari luar yang membatasi perdebatan atau dialog dan desain perlu di lawan agar dapat menciptkan berbagai kemungkinan arsitektural yang baru.





Jumat, 13 Maret 2020

Selamat Ulang Tahun Sayangku yg ke - 21


18 Maret 1999
18 Maret 2020

Kencang sang waktu berlari tak mampu ku kendalikan dan tak mampu aku perlambat lajunya, sehingga datang lonceng malam ini tepat kau berusia dewasa yang sambil mengiringi usia kisah kita. namun, tidaklah berupa rangkaian bunga ataupun boneka beruang seperti kepunyaan alice, tidaklah pula sebuah puisi yang di tulis dengan pena penuh puja dan puji. aku berharap di usia dua pulah satu tahun ini kau diberi hadiah yang berupa wahyu dari Tuhan Yang Maha Esa yang berupa wahyu kesabaran menghadapi segala tantangan dan rintangan dalam hidup.
Dan aku berdo'a agar Tuhan senantiasa mengutus malaikatnya untuk menjagamu di setiap kamu melangkah, karena aku sadari aku tak bisa menjaga dirimu seutuhnya meskipun aku berusaha untuk seperti itu. do'a dan harapanku ini akan terus menerus diucapkan bukan hanya saat ini. maafkan aku, jika aku tak mampu menjadi laki-laki yang semestinya menemanimu malam ini tepat di hari kelahiranmu, dan tak mampu memberi apa yang kamu inginkan di hari dimana kamu lahir menjadi manusia yang sangat sempurna dan diciptakan untuk bersama selama tuju tahun lamanya. 
Di hari ulang tahunmu ini, biarkan aku menyesap rasa manis dari tawamu yang menggema. biarkan angin bertemu kupu-kupu yang terbang mengelilingimu dan menyertakanmu dalam kebahagiaan, dan aku bersyukur pada Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan bidadarinya untuk kujaga selama sisa nafas dalam hidupku. kamu adalah salah satu alasan aku masih tegar berdiri di antara ribuan pencemooh diluar sana. kamu adalah alasan aku terus berusaha hidup dan berdiri mendampingimu, karena kamu adalah cinta yang tergambarkan indah oleh sang pujangga. dan kamu adalah mimpi yang berakhir kenyataan, maafkan aku jika selama ini masih terdapat banyak kekurangan di kala aku menemani hari-harimu, meneduhkan siangmu, menghangatkan malammu dan juga mengindahkan mimpimu. 
Maafkan aku karena belum bisa menjadi yang terbaik di antara jutaan laki-laki yang bersiap berdiri di atas singgasana istana kita sendiri yang hanya bisa menulis surat dan mengucupkan kalimat cinta melalui frasa yang hanya bisa memelukmu tanpa mengucapkan apa-apa. kamu adalah segala jawaban dari do'aku dan segala pengharapanku selama ini, dan tetaplah menjadi bidadariku yang siap menanggung resiko dalam membantuku untuk tetap bertahan di negeri yang fana ini. tetap menjadi tempatku untuk berpengang, kamu adalah wanita yang terlalu berharga untuk aku lepas.
Selamat Ulang Tahun Sayanggg.!!!


Aku pengen mendaftar kuliah lagi untuk mengambil program studi teknik pertanian agar tau pupuk apa yang cocok agar cinta kita tumbuh subur selamanyaa..

Tapi di lain sisi . . . ...

Aku mencintaimu itu kayak semacam narkoba, sekali coba jadi candu, enggak di coba bikin pensaran, ditinggalin bikin Sakaw....

Sabtu, 07 Maret 2020

Pelecehan sex di kampus.! Lawan atau eksistensi kepentingan.

Masa remaja ialah suatu waktu kritis untuk mengembangkan ahlak, nilai-nilai serta norma kebiasaan yang hanya akan dirasakan satu kali seumur hidupnya untuk dituntut menjadi kader yang dihadapkan pada tantangan global. Namun, yang terjadi pada remaja, dosen, guru bahkan orang tua yang mencabuli atau pelecehan seksual terhadap anaknya sendiri. Maka dengan demikian prilaku seks bebas yang mengakibatkan kehamilan di luar nikah, pemerkosaan, merebaknya pelacuran di kalangan remaja, aborsi, penyakit menular seksual, dan penyimpangan-penyimpangan pelecehan seksual.

Beberapa hari minggu yang lalu beredar fenomena pecehan seksual di kampus, lawan atau hanya eksistensi kepentingan birokrasi kampus untuk mencari popularitas di mata publik, sehingga mengundang prilaku membayangkan dan mengimajinasikan aktivitas seksual yang bertujuan untuk menimbulkan perasaan erotisme. Fantasi seksual ini biasanya di dapatkan individu dari media atau objek yang dapat meningkatkan seksual.

Para ilmuan dan dosen khusunya seberapa besar yang menyangkut cara seseorang bersikap atau bertingkah laku seksual yang sehat, bertanggung jawab, serta tahu apa yang dilakukannya dan apa akibat bagi dirinya, pasangannya, dan masyarakatnya, sehingga dapat membahagiakan kehidupan seksualnya. Oleh karena itu seseorang yang tidak mempunyai otak dan tolol tidak akan bisa mengontrol nafsu anjingnya yang sangat liar, untuk lebih menekankan pada upaya-upaya pencegahan pelecehan seksual di kampus yang tidak diinginkan dan menyimpang dari suatu aturan yang berlaku di negeri ini. Maka pola sistem pendidikan kita yang harus dikelola secara komrehensif yaitu pendidikan yang menyeluruh baik pendidikan emosional, spritual, intelektual, sosial, budaya, politik, ekonomi dan pendidikan yang bisa mengontrol nafsu yang mengarah pada keinginan buruk yang merugikan banyak orang.

Maka sangat tak terelakkan lagi bahwa hari ini orang yang berpengatahuan atau dengan kata lain "Berpendidikan" belum bisa menjadikan dirinya sadar atas apa yang dilakukan walaupun itu salah, kalau kita berkaca terhadap pandangan filsafat yang mengatakan "aku berpikir maka aku ada" atau kita balik "aku ada maka aku berpikir". Jadi fenomena pelecehan seksual di kalangan mahasiswa sangat meresahkan telinga saya karena berprilaku menyimpang dari nilai-nilai kemanusiaan, 

Jadi suatu tendensi kekuasaan dalam birokrasi kampus jangan dijadikan jembatan bagi kami "mahasiswi" untuk dilecehkan, diskriminasi, dan pemerkosaan, karena kami mahasiswa/i berhak menempuh pendidikan dimanapun kita berada dan kami berhak dapat perlindungan dari pihak-pihak yang yang berprilaku seperti Otaknya Anjingg. 

Lebih baik mati karena memperjuangkan kaum perempuan dari pada mati karena banyak diam melihat keburukan.. 

Jumat, 07 Februari 2020

Pendidikan di Ambang Kekacauan

Apakah ia sekolah itu penting saat ini..??
Apakah ia kuliah itu penting saat ini..??

Pada realitasnya pendidikan adalah untuk melahirkan regenerasi yang pintar, cerdas dan bermoral sebagai penggerak peradaban di masa di depan. Sehingga lembaga institusi pendidikan pada hakikatnya menjadi agen perubahan sosial kultural masyarakat moderen saat ini. Pendidikan hendaknya mengambil gerda terdepan dalam menyikapi problem sosial di dalam masyarakat, salah satunya lewat sekolah/kuliah. pada kenyataanya banyak peranan fungsi lembaga pendidikan tidak berjalan sebagaimana mestinya, seperti halnya kesehatan, belajar, martabat, kemerdekaan, dan usaha kreatif diartikan tidak lebih hasil kerja lembaga-lembaga yang mengakui mewujudkan tujuan-tujuan tersebut.
Waduhhhhh...!!! Secara sosial kaum miskin selalu mengantungkan hidupnya pada bantuan suatu pelayanan lembaga, ketidak mampuan psikologis, ketidak mampuan mengurus diri sendiri. sungguh aku tak mengerti bila keluarga yang sangat miskin diwajibkan bersekolah 12 tahun, namun aku juga bisa ketawa terbahak-bahak ketika keluarga yang sangat kaya bersekolah dengan harga yang begitu murah, karena yang tidak berpendidikan 12 tahun di cap sebagai orang yang sangat terbelakang. bersama itu pula, baik sekolah maupun universitas atau lembaga-lembaga lainnya yang tergantung pada sekolah mapun universitas tidak terjangkau karena sangat mahal. berkaitan dengan kurikulum selalu digunakan sebagai penentuan renking sosial, karena pada kenyatannya, aktivitas belajar terjadi secara kebetulan, dan bahkan kebanyakan aktivitas belajar yang bukan diniati justru bukan dari hasil pembelajaran yang terprogram.
Jadi bingung dehh untuk menjelaskan pada kaum berdasi yang banyak gelar ituu...!!! Tapi gini deh ilustrasi yang saya temukan di dalam kelas sehingga membentuk pandangan saya terhadap sekolah maupun universitas saat ini, dirancang berdasarkan asumsi bahwa ada suatu rahasia mengenai segaka sesuatu dalam hidup ini. karena sebagian besar kualitas kehidupan tergantung pada upaya mengetahui rahasia itu, bahwa rahasia-rahasia dapat diketahui hanya melalui tahap-tahap yang susul-menyusul secara teratur, dan lagi-lagi hanya guru atau dosen yang secara tepat menyingkapkan rahasia-rahasia itu. seorang siswa/i dan bahkan mahasiswa/i yang selalu menyanjung-nyanjung sekolah atau universitas untuk memahami dunia ini sebagai sebuah piramida paket yang sudah dikelompok-kelompokkan dan piramida ini hanya bisa di akses oleh mereka yang membawa lebel yang tepat.
Hallo.. Kaum yang sering makan ngaji jangan hanya dilipat duitnya terus dimasukin ke laci ingatlah diluar sana masih banyak anak-anak yang belum berpendidikan tinggi. Lebih lanjut bahwa kewajiban sekolah/kuliah secara tidak terelakan membagi suatu masyarakat dalam kutub-kutub yang saling bertentangan, karena terjadi keajaiban di sekolah atau kuliah juga menentukan peringkat atau kasta-kasta internasional. seperti halnya kelas cum laude, terbaik, tercepat, biasa aja dan kelas yang dibilang paling menghebohkan dunia maya yaitu kelas lulusan abadi atau dengan kata lain kelas lulusan 14 semester, sehingga tidak heran jika semua masyarakat diurutkan seperti kasta dimana setiap posisi suatu masyarakat dalam pendidikan ditentukan dengan jumlah rata-rata masyarakat yang sarjana dan tidak sarjana tentu kelas-kelas ini sangat menyakitkan bagi saya.
paradok sekolah maupun universitas sangat jelas, bahwa bertambah banyaknya sekolah dan universitas sama buruknya dengan bertambah banyaknya senjata. walaupun kurang begitu kelihatan dimana-mana, dan biaya pendidikan semakin meningkat jauh lebih cepat dari jumlah mahasiswa/i barunya dan sangat jauh lebih cepat dari pada pendapatan nasional bruto. untuk lebih jelasnya, sekolah maupun universitas mengajarkan kita bahwa pengajaran menghasilkan kegiatan belajar, dan adanya universitas menghasilkan permintaan akan mahasiswanya, karena dengan begitu kita belajar membutuhkan sekolah/kuliah, karena semua kegiatan kita cenderung membentuk relasi-klien dengan lembaga-lembaga spesialisasi lainnya. begitu orang yang belajar dan mengajar dirinya sendiri disepelehkan, semua kegiatan nonprofesional diragukan, Di kelas kita diajarkan bahwa kegiatan proses belajar mengajar yang bernilai adalah hasil kehadiran secara absebsi, bahwa nilai belajar meningkat bersamaan dengan jumlah masukan dan akhirnya bahwa nilai ini dapat diukur dan didokumentasikan oleh angka rapor, sertifikat dan ijazah. dengan andai kata kuliah tak se indah bulan madu.

Rabu, 01 Januari 2020

Libur Telah Tiba 01 Januari 2020

Pada bulan januari tahun ini, dalam temaran kaca jendela kamar kos yang terendam embun dan titik gerimis, seorang pemuda berjas biru berjalan menembus hujan. Langkahnya ringan, seperti menunggu irama yang didendangkan hujan sebelum melemparkan kaki ke depan. Bertas punggung merah, ia tampak lebih tertata berjalan, seolah sedang meresapi kenikmatan berjalan pagi dengan suasana liburan tiba. Setiap langkahpun seperti suap yang layak dinikmati dan dicerna perlahan. Dan hampir setiap pagi, aku memandang matahari yang selalu mengirimkan sosok sinarnya, jatuh dalam berbagai wajah bercahaya di muka bumi, aku tidak pernah berhenti untuk tidak berimajinasi lebi jauh soal ini semua. 

Maka sembari berjalan menikmati suasana liburan atau kadangkala dalam kepadatan kereta api yang melintas, sebersit sinar pagi cukup untuk membuat aku terbangun dalam imajinasi ini. Yaitu bahwa pada saat yang sama, jutaan pemuda-pemudi Indonesia melalui pagi yang sama dalam penggal yang berbeda-beda. Aku yang selalu meledak untuk memebayangkan bahwa lepas dari kegelapan malam, jutaan pemuda-pemudi secara serentak berpesta pagi, meloncat-locat riang menuju tempat wisata menyambut tahun baru 2020, ada yang pergi sama pacarnya, ada pula yang pergi bersama teman-temannya.

Candaan dan tawa menjadi pengingat bahwa hari ini adalah hari rabu, 01 Januari 2020, hari yang ditunggu setalah berhari-hari berhadapan dengan setumpuk soal yang tidak jarang membuat mereka mengerutkan dahi. Hari yang dijanjikan oleh penjanji yang berjanji membawa mereka untuk sementara menikmati desir lembut alunan ombak, menikmati sayup-sayup gemerisik ranting diterpa angin utara dan menjajaki rona bahagia dari sambuta mentari pagi di ujung timur kota jogja sambil sementara melupakan bahwa perjalanan mereka masih cukup panjang.

Ahhhh... Liburan Telah Tiba.

Kaki-kaki mungil menapaki hamparan tanah memanjang, kiri dan kanan terlihat gemericik gerakan ikan yang menandakan mereka sedang lahap sebelum nantinya mereka yang akan dilahap. Jejak-jejak di sepanjang tanah lembek sehabis hujan semalam inilah yang nantinya menjadi penanda untuk pulang. Sepanjang perjalanan, tidak henti-hentinya mereka bercerita ini dan itu, asal mula nama-nama dan pengalaman-pengalaman mereka. Banyak hal yang baru diketahui setiap bersama mereka, karena ini bukan persoalan siapa diajar siapa, tapi ini siapa yang mau belajar apa. Kami menghitung waktu kami dengan ukuran lagu, sudah lima lagu yang kami senandungkan berarti tidak seberapa lama lagi kami akan sampai di pesisir lautan. Ya, laut, tempat di mana sebagian orang menjadikannya pintu pelarian guna mencari jawaban ataupun mengajukan pertanyaan. 

Tidak berapa lama kemudian, tepatnya di pertengahan lagu ket ujuh, kami sudah sampai, dan belum sempat lagu ketujuh diselesaikan, mereka sudah berlarian ke sana kemari, menari-nari di hamparan pasir hitam, memanjat pohon yang telah kehilangan dedaunan sambil berteriak, “Foto kami”,

Ahhh.. Liburan Telah Tiba.

Wajah bahagia berseri-seri nampak jelas dari belasan yang hadir di sini. Bersenang-senanglah mereka, menjumpai naluri mereka untuk bermain dan menghampiri takdir mereka untuk bahagia. Dan jika ditelisik, cara mereka menikmati bahagia ternyata sama, yakni ketika mereka bisa bersentuhan langsung dengan alam. Memang jika sudah seperti itu tidak ada satu pun yang bisa mengganggunya, seakan dunia milik mereka. Merekalah putra dan putri sang alam. 

Sesahutan burung camar semakin menambah semarak momen pagi ini, seakan camar juga merasakan apa yang dirasakan oleh sekumpulan manusia di bawahnya. Hiduplah untuk hari ini dan anggaplah esok takkan pernah ada, mungkin begitu kata burung camar sambil menukik ke laut mengincar ikan-ikan kecil yang menjadi bagian dari rantai makanan, lalu terbang menjauh ke arah pepohonan yang meninggi setiap harinya. Pada saat bersamaan matahari mulai meninggi, kilau pancaran sinarnya membuat lautan menjadi panggung yang dipenuhi kelap-kelip keperakan dan keemasan. Panggung ini ada untuk siapa saja, tidak perlu hebat untuk hadir di panggungnya yang megah, cukup percaya bahwa semua ini ada karena karunia Zat di penghujung langit sana. Sementara mereka semakin menikmati saja permainannya. 

Ahhhh... Liburan Telah Tiba.

Hangat perlahan berubah menjadi panas yang mencekat, menandakan sudah waktunya untuk kembali. “Yuk kita pulang”. Sesaat ketika mendengar itu, terlihat jelas perubahan air muka mereka, namun mereka sangat memahami bahwa memang waktunya untuk beranjak pergi. Langkah gontai menghampiri dengan senyum tetap menghiasi wajah mereka. Senyum, tawa, dan canda mereka akan terekam dalam memori yang sewaktu-waktu dapat diputar kembali. Sambil beringsut-ingsut pergi, bersama dilepas deburan ombak yang seakan menggebu, kami berjanji minggu depan dan minggu depannya lagi lalu minggu-minggu seterusnya kita akan kembali.


Maryono kata lain mariano diambil dari Afrika yang berarti lautan. jika nama Maryono adalah pengunungan dari bahasa madura asli yang berarti pemuda yang akan mengocang lautan asia afrika, dan mempunyai keberanian, cerdas atau goblok, dan pekerja keras. Orangnya juga soerang teman yang setia, dan selalu memberikan banyak nasehat yang baik dan menjadi pasangan yang bisa diandalkan. ketika terlibat dalam suatu hubungan, ia cenderung memberikan segalanya terhadap orang yang ia kagumi.

Senin, 30 Desember 2019

Dinamika Pancasila Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Birbicara tentang pancasila sebagai dasar ideologi negara merupakan kesepakatan politik para Founding Fathers ketika negar indeonesia didirikan. Namun dalam perjalanan panjang kehidupan berbangsa dan bernegara, pancasila sering mengalami berbagai deviasi dalam aktualisasi nilai-nilainya. Deviasi pengamalan pancasila tersebut bisa berupa penambahan, pengurangan dan penyimpangan dari makna yang seharusnya. Meskipun dengan siring dengan itu sering pula terjadi upaya pelurusan kemabli. Pancasila sering digolongkan ke dalam ideologi tengah di antara dua ideologi besar dunia yang paling berpengaruh, sehingga sering disifatkan bukan ini dan bukan itu. Pancasila bukan berpaham komunisme dan bukan pula berpaham kapitalisme. Pancasila tidak berpaham individualisme dan tidak berpaham kolektivisme. Bahkan bukan berpaham teokrasi dan bukan berpaham sekuler. Posisi pancasila inilah yang merepotkan aktualisasi nilai-nilainya kedalam kehidupan praktis berbangsa dan bernegara. Dinamika aktualisasi nilai pancasila bagaikan pendulum bandul jam yang selalu bergerak ke kanan dan ke kiri secara seimbang tanpa pernah berhenti tepat di tengah.

Pada saat beridirinya negara republik indonesia, telah disepakati agar mendasarkan diri pada ideologi pancasila dan undang-undang dasar 1945 untuk mengatur dan menjalankan kehidupan bernegara. Namun sejak november 1945 sampai sebelum dekrit Presiden 5 juli 1959 pemerintah indonesia mengubah haluan politiknya dengan mempraktikan sistem demokrasi liberal. Dengan kebijakan ini berarti mengerakkan pendalum bergeser ke kanan. Pemerintah indonesia menjadi pro libaralisme, deviasi ini dikoreksi dengan keluarnya dekrit presiden ini berarti haluan politik negara dirubah. Pebdalum yang posisinya samping kanan di geser dan digerakkan ke kiri. Kebijakan ini menguntungkan dan dimamfaatkan oleh kekuatan politik di Indonesia yang berhaluan kiri PKI. Hal ini tampak kepada kebijakan pemerintah yang anti terhadap barat kapitalisme dan pro ke kiri dengan dibuatnya poros jakarta-peking dan jakarta-pyong yang puncaknya adalah peristiwa pemeberontakan Gerakan 30 September 1965. Peristiwa ini menjadi pemicu tumbangnya pemerintahan orda lama Ir. Soekarno dan berkuasanya pemerintahan orda baru Jenderal Suharto.

Pemerintah orda baru berusaha mengoreksi segala penyimpangan yang dilakukan oleh razim sebelumnya dalam pengamalan pancasila dan undang-undang dasar 1945, pemerintah orda baru merubah haluan politik yang tadinya mengarah ke posisi kiri dan anti barat menariknya koposisi kanan. Namun razim orda baru pun akhirnya dianggap menyimpang dari garis politik pancasila dan undang-undang dasar 1945, ia dianggap cenderung ke praktik libaralisme-kapitalistik dalam mengelola negara. Pada tahun 1998 munculnya gerakan reformasi yang dahsyat dan berhasil mengakhiri 32 tahun kekuasaan razim orda baru. Setelah tumbangnya razim orda baru telah muncul 4 regim pemerintah reformasi sampai saat ini. Pemerintah razim reformasi ini semestinya mampu memberikan koreksi terhadap penyimpangan dalam mengamalkan pancasila dan undang-undang dasar 1945 dalam praktik bermasyarakat dan bernegara yang dilakukan oleh orda baru.

Dalam perkembangannya, pancasila selalu mendapat sorotan dan tekanan yang sangat tajam baik dari kalangan dalam maupun luar negeri. Berdasarkan hasil implementasi menunjukkan bahwa ideologi pancasila masih jauh dari visi ideal. Pemahaman nilai-nilai pancasila dikalangan elit politik dan pemerintahan masih belum memadai sehingga belum mampu memberikan keteladanan dalam penerapan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini mengindikasikan adanya krisis ideologi. Secara historis, dinamika ideologi multi-polar masih akan selalu hadir dalam setiap perkembangan zaman dan hampir pasti pasti hal ini akan berpengaruh besar terhadap kemandirian dan keberlanjutan bangsa Indonesia. Tidak semua ideologi multi-polar dapat dikatakan buruk, dan demikian pula sebaliknya. Namun hal ini yang perlu disadari bahwa implementasi ideologi setiap negara akan cenderung untuk kepentingan sendiri. Bahwa setiap tindakan yang menggunakan jargon atau berkedok ideologi, masih perlu dicermati terkait dengan kepentingan diri sendiri. Selama kemandirian pada diri sendiri belum terwujud, perluasan dan penanaman ideologi pancasila akan diterima kalangan luas sebagai ilusi.

Dalam perspektif ke depan, bangsa indonesia terlebih dahulu harus mampu menunjukkan prestasinya dalam kemandirian di bidang pemenuhan kebutuhan dasar, pertahanan dan keamanan ekonomi serta keuangan. Langkah utama secara mikro yang perlu ditempuh adalah penanaman nilai-nilai pancasila dan implementasinya dalam kehidupan sehari-harinya, dan secara makro dapat diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan, perpolitikan, dan sistem ketatanegaraan Republik Indonesia, pergaulan dunia yang damai dan bermartabat, sebagaimana digagas para pendiri bangsa Indonesia, memerlukan dukungan bukti dalam implementasi pancasila secara konsisten dalam penyelenggaraan pemerintahan negara.
Maryono kata lain mariano diambil dari Afrika yang berarti lautan. jika nama Maryono adalah pengunungan dari bahasa madura asli yang berarti pemuda yang akan mengocang lautan asia afrika, dan mempunyai keberanian, cerdas atau goblok, dan pekerja keras. Orangnya juga soerang teman yang setia, dan selalu memberikan banyak nasehat yang baik dan menjadi pasangan yang bisa diandalkan. ketika terlibat dalam suatu hubungan, ia cenderung memberikan segalanya terhadap orang yang ia kagumi.