Minggu, 28 Juni 2020

Hasil Kongres Perdana IKMA-NURSHIN

Ikatan Mahasiswa Alumni Nurul Muchlishin yang di sebut IKMA-NURSHIN, sukses menyelengarakan Kongres Perdananya Pada tanggal 28 Juni 2020 yang bertempat di Tenonan Manding Sumenep, salah satu anggota IKMA-NURSHIN yang bernama Fahrun Anizah. Hasil dari Kongres tersebut telah terpilih saudara Mufit Gazali sebagai ketua umum periode 2020/2021. Tidak hanya itu IKMA-NURSHIN sebagai wadah santri untuk menyalurkan aspirasi fenomena sosial, politik, ekonomi dan budaya, akan tetapi ikma-nurshin terlalu dini untuk bisa dikenal oleh kalangan organisatoris bahwa santri hari ini telah menjadi gerda terdepan untuk melakukan perubahan.

Santri nurshin yang akademisi menyadari bahwa pancasila sebagai dasar negara yakni sebagai pemersatu bangsa yang beraneka ragam budaya, suka, ras maupun agama, sehingga ikmanurshin tidak kehilangan keaswajaannya untuk menyelaraskan bahwa pancasila dan aswaja sebagai pengangan moral bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Tidak hanya itu dari perbincangan kawan-kawan ikmanurshin di kongres perdananya, ikmanurshin menginginkan pancasila dijadikan untuk menangkal paham-paham intoleransi, anakisme, budaya korupsi, gerakan-gerakan fundamentalisme agama,  dan kelompok islam konservatif yang sering melakukan tindakan kekerasan seperti teror, bom bunuh diri, intimedasi, untuk mencapai keegoisan agamanya.

Mengenai pandangn ikamnurshin menganggap islam adalah agama yang paripurna yang mengatur segala aspek kehidupan termasuk mengatur negara. Namun, nilai-nilai pancasila dan keaswajaan tidak bertentangan, maka dari itu santri nurshin melek huruf sekaligus melek realitas yang terjadi beberapa tahun silam sampai sekarang yang tak kunjung selesai. Oleh sebab itu santri ikmanurshin bergerak maju, mengkritisi fenomena sosial, mengaplikasikan makna al-qur an untuk menjunjung tinggi nabi muhammad dan kawan-kawan. 

Anehnya yang menjadi perbincangan kawan-kawan di kongres perdana Ikatan mahasiswa alumni nurul muchlishin kurang mendapat dukungan dari berbagai pihak di pondok pesantren, sehingga ikmanurshin dirumuskan sendiri arah perjuangannya, dana sendiri, panitia sendiri, memang membangun oragnisasi tidak semudah membalikkan telapak tangan. ujar ketua umum terpilih. Hahahahah....... Oleh karena itu kongres perdana ini akan mengenal dan mendekati problem sebagai warga masyarakat global, dan bekerjasama dengan lembaga lain untuk memikul tanggung jawab atas kewajibannya dalam masyarakat. Maka dari itu, ikmanurshin bisa memahami, menerima, dan menghormati perbedaan-perbedaan budaya, keyakinan serta mampu berpikir kritis dan sistematis. Karena ikmanurshin menyadari sebagai santri akademisi bisa menyelesaikan konflik dengan cara damai tanpa kekerasan.

 Tak kalah penting kultur pendidikan pesantren telah membuat santri akademisi bersatu dalam satu wadah (IKMANURSHIN) dalam menyamai nilai-nilai toleransi, bahwa pesantren berhasil mengejawantahkan maksud dan tujuan nilai-nilai pancasila dan keaswajaan sebagai ideologi yang tidak bertentangan satu sama lain. Maka dengan begitu nilai-nilai yang dipahami oleh kawan-kawan ikmanurshin adalah nilai-niali muamalah, akidah, sikap tasamuh, keadilan, kemanusiaan, musyawarah dan mencakup nilai-nilai demokrasi indonesia yang universal. 



Senin, 22 Juni 2020

Menuju Sukses Berwirausaha

Siapa yang tidak tahu nama seorang tokoh terkenal yang bernama Karl Marx sebagai bapak ekonomi yang mengatakan dasar dari kehidupan manusia adalah uang. Maka dalam dunia wirausaha tmapknya sudah mulai diminati oleh masyarakat luas, namun seiring kurangnya informasi, banyak orang merasa masih belum jelas tentang aspek-aspek apa saja yang melingkupi dunia wirausaha. Sebagian besar seseorang beranggapan bahwa kewirausahaan adalah dunia kaum pengusaha besar dan mapan, lingkungannya para direktur, dan pemiliki PT, CV, serta berbagai bentuk perusahaan lainnya. Oleh karena itu, kewirausahaan sering dianggap sebagai wacana tentang bagaimana menjadi kaya, sedangkan kekayaan itu sendiri seakan-akan merupakan simbol keberhasilan dari kewirausahaan tersebut.

Bukan hanya sebagian besar masyarakat awam yang berpikir demikian, karena ternyata beberapa lembaga kewirausahaan juga mempunyai persepsi yang mirip. Pada beberapa kesempatan, lembaga=lembaga tersebut menampilkan sosok figur tokoh-tokoh sukses yang katanya berhasil menjadi kaya raya, dengan jalan berwirausaha. Sosok figur yang sukses itu, antara lain terdiri dari tokok-tokoh pengusaha besar yang masyarakat mengenalnya sebagai orang-orang yang terkemuka. Pada banyak kesempatan, lembaga pendidikan saat ini, memberikan pelatihan kewirausahaan kepada mahasiswa yang merupakan terobosan dan usaha untuk membekali mahasiswa dengan soft skill serta pengatahuan business untuk bekal masa depan mahasiswa tersebut.

Maka tak heran yang menjadi idealnya, setelah mahasiswa lulus mereka mampu dan bisa menemukan lahan yang tepat untuk produktif dan berpenghasilan sebagai bagian dari kodrat manusia. untuk mampu berpenghasilan, mahasiswa harus mampu menangkap peluang-peluang yang ada sebagai bagian dari menyusun strategi hidup untuk survive dan sukses yang harus ditempatkan dalam ranah yang paling serius dari setiap insan. Dengan demikian lebih tepatnya, jiwa kewirausahaan yang dibangun untuk menjembatani antara ilmu pengatahuan dengan kemampuan pasar, yang meliputi pembentukan perusahaan baru, aktivitas kewirausahaan dan juga kemampuan managerial yang dibutuhkan seorang entrepreneur.

Maka organisasi kewirausahaan yang di bangun harus membawa sumber daya berupa tenaga kerja, material, dan asset lainnya pada suatu kombinasi yang menambahkan nilai yang lebih besar dari pada sebelumnya, dan juga dilekatkan pada orang yang membawa perubahan, inovasi, dan aturan baru berwirausaha yang kreatif serta efektif. Jadi kewirausahaan merupakan proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi dan sosial yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi.

Berdasarkan secara teoritis serta praktis, memulai berwirausaha terdapat beberapa tahapan : Percaya diri, maksudnya bahwa dalam mengelola kegiatan usaha seorang wirausahawan harus mempunyai keyakinan bahwa usaha yang akan dilakukan pasti berhasil, tidak tergantung pada orang lain dalam melakukan kegiatannya dan dikelola secara individualistis serta selalu mempunyai jiwa optimisme yang tinggi. Berorientasi pada tugas dan hasil, maksudany bahwa tujuan kegiatan usaha yang dilakukan untuk mencapai prestasi dengan berorientasi untuk memperoleh laba. Untuk itu kegiatan usaha harus dilakukan dengan tekun, penuh dengan ketabahan, dan tekad kerja cerdas, serta mempunyai dorongan kuat, energitik dan insiatif dalam menjalankan usahanya.

 Pengambilan resiko, kagiatan berwirausaha memang dituntut untuk mengambil resiko yang wajar dari kegiatan usahanya, semakin tinggi resiko semakin besar pula kemungkinan keuntungan yang akan diperoleh, demikian pula sebaliknya. Kepemimpinan, dalam memimpin kegiatan usaha harus pandai bergaul atau berkomunikasi dengan semua lapisan masyarakat ataupun stake holder, serta mampun untuk menerima saran dan kritik demi kemajuan kegiatan usahanya. Keorisinalan, maksudnya kegiatan usaha yang dilakukan selalu dikembangkan dengan kreasi-kreasi yang baru serta mudah untuk menyesuaikan dengan perkembangan segmen pasar. Berorientasi ke masa depan, maksudnya dalam upaya untuk mengembangkan kegiatan usaha hendaknya selalu memamfaatkan perkembangan ilmu pengatahuan, bahasa komunikasi, kebutahan masyarakat luas, serta teknologi agar tidak ketinggalan dengan para pesaing.



Mencari Makna Spiritualitas

Mencari makna, bukan mencari nama, apalah arti sebuah nama kalau tidak memahami arti serta makanya. Selama beberpa dekade terakhir istilah spiritualitas telah menjadi bahasa umum, yang sebagai cara untuk mengambarkan aktivitas pencarian akan transendensi yang dilakukan oleh seseorang, individu serta kelompok. Makna spiritualitas adalah rohani atau ruh yang berarti segala sesuatu yang bukan jesmani, tidak bersifat duniawi, dan bukan cara-cara yang bersifat materialistik. Karena spiritualitas memiliki fungsi integratif dan harmonisasi yang melibatkan kesatuan batin dan keterhubungan dengan manusia lain, serta realitas yang lebih luas yang memberikan kekuatan dan kemampuan pada individu untuk transenden.

Dalam istilah kontemporer dan literartur ilmiah, spiritualitas memiliki sejumlah makan umum dan difinisi. Perbedaan inilah mencerminkan pada kenyataannya bahwa spiritualitas adalah istilah yang memiliki makna luas, yang meliputi beberapa domain makna yang mungkin berbeda cara pandangnya antara kelompok budaya, kebangsaan, dan berbagai agama-agama.

Bentuk spiritualitas yang berorientasi pada Tuhan, artinya pandangan maupun praktik spiritualitasnya bersandar pada teologis atau atas wahyu dari Tuhan. Ini semua hampir ditemukan pada praktik-praktik agama-agama seperti islam, kristen, hindu, budha, konghucu, serta agama yahudi.

Bentuk spiritualitas yang berorientasi pada dunia, yakni bentuk spiritualitasnya yang didasarkan pada harmoni manusia dengan ekologi dan alam. Artinya harmoni alam dengan pikiran manusia, bahwa alam adalah medan magnet yang akan merespon segalam pikiran manusia. oleh sebab itulah manusia diwajibkan untuk senantiasa mengembangkan pemikiran positif agar alam semesta memberika umpan balik yang positif juga, untuk menuju kehidupan yang maslahat dan batiniah.

Bentuk spiritualitas yang berorientasi pada humanistik, yang bentuk spiritualnya pada optimalisasi potensi kebaikan dan kreativitas manusia pada puncak pencapaian termasuk dalam hal ini pencapaian emosi menuju puncak prestasi.

Pada kenyataannya spiritualitas cocok dengan kerangka pikir dan budaya orang barat yang berfokus pada individu dan pengalaman mereka daripada kebutuhan dan pengalam komunitas yang lebih luas. Hal ini mengandung makna bahwa spiritualitas memberikan peluang kepada setiap individu untuk memiliki jalan spiritualitasnya secara individual ketimbang sekedar mengikut pada agama mayoritas yang berlaku pada sebuah komunitas yang lebih besar. Dengan demikian, spiritualitas yang berdasarkan Agama, Sosial, Budaya, politik, ekonomi serta Humanis persaudaraan seluruh dunia, maka akan memberikan kontribusi terhadap kedamaian pikiran dan terbebas dari ketidakpastian akan tujuan hidup.




Gaya Hidup Hedonisme

Manusia memikirkan banyak cara untuk bisa melakukan hal-hal yang membuat dirinya bisa bahagian. Zaman yang serba ada atau modernisasi saat ini, banyak hal yang ditawarkan dunia agar manusia bisa mencapai tingkat kepuasannya. Banyak orang berpendapat bahwa bahagia itu adalah menikmati hidup setiap hari dengan bersenang-senang, tidak mengenal tua atau muda, status sosial, latar belakang pendidikan, pekerjaan, sehingga menikmati hidup merupakan kesenangan dunia yang ingin dirasakan banyak orang. Hedonisme adalah prilaku yang suka dengan kenikmatan, kesenangan pribadi, kemewahan, dan kemapanan di atas segalanya.

Manusia yang gaya hidupnya hedonis lebih suka hura-hura, yang wanita menggunakan busana-busana seksi, make up yang berlebihan, shoping layaknya bukan seorang manusia yang sejati. Gaya hidup hedonisme inilah berdampak buruk jangka panjang ketika seseorang tidak mau menerima proses dan hanya ingin yangb serba instan dan cepat,  kurangnya saling menghargai dan kualitas pemimpin-pemimpin bangsa yang tidak memetingkan moral, kepemimpinan yang tidak jujur dan kurangnya kepedulian bagi sesama. Dari pola hidup hedonisme ini membentuk prilaku yang terlalu konsumtif dalam kesehariannya, minat belajar kurang, pergaulan yang kurang tepat berdampak pada free sex, minum-minuman keras, tindakan kriminal, LGBT,  serta susah diatur oleh nilai-nilai moral yang ada di masyarakat.

 Maka hedonisme menjadi gaya hidup untuk menunjukkan eksistensi seseorang dalam status sosialnya, dalam beraktivitas, bekerja, menyalurkan hobi tingkah laku seseorang akan memunculkan nilai-nilai yang baik dalam kehidupan, bahkan konsekuensi yang akan dihadapi. Seseorang dengan gaya hidupnya akan mencari hiburan bersama dengan teman-temannya, ada yang senang bepergian bersama keluarga, ada yang senang menyendiri, hobi berbelanja, ada pula yang begitu memiliki waktu luang dan uang yang berlebih memilih untuk melakukan aktivitas-aktivitas sosial keagamaan. Beberapa hal yang melatar belakangi gaya hidup hedonisme, sikap, pengalaman dan pengamatan, kepribadian, konsep diri, dan motif serta persepsi akan adanya materi. 

Gaya hidup hedonisme ini membuat dirinya tidak memikirkan prestasi-prestasi dalam kehidupannya, misalnya saling membantu satu sama lain, menjaga kesehatan fisik mental dan sosial, , empati, membela yang tertindas. Gaya hidup hedonisme tidak selamanya di nilai buruk karena setiap orang berhak dan bebas membelanjakan uang dan menikmati materinya dengan jalan dan hiburan. Namun, disisi lain juga memberikan mamfaat bagi sendirinya sendiri untuk sejenak meninggalkan aktivitas untuk menghilangkan kebosanan atau stress dalan rutinitas, yang dinilai buruk dari gaya hidup hedonisme ketika memunculkan dampak-dampak negative dalam kehidupannya sehari-hari. Biar tidak membentuk keadaan yang tidak baik, maka jangan terlalu berlebihan secara materi dan mewujudkan apa yang diinginkan selama ini dengan cara yang tidak halal, bahkan mengkorbankan diri sendiri demi mendapatkan uang semata dan kepuasan sementara.




Jumat, 19 Juni 2020

Liberalisme & Sosialisme

Ideologi merupakan sistem nilai yang digunkan sebagai ukuran untuk memahami realitas dunia, termasuk di dalamnya adalah realitas sosial, politik, ekonomi dan kebudayaan. Inilah ideologi Liberalisme yang berasal dari masyarakat barat yang kemudian berkembang secara global. Pandangan ini mulai berkembang pada abad ke 18-19 di Prancis dan Inggris dengan penekanan pada kebebasan individu dalam rangka mewujudkan kesejahteraan melalui perubahan dan inovasi organisasi sosial. Gerakan liberalisme ini kemudian menyebar keberbagai bidang tidak saja di bidang politik, tetapi juga sosial, budaya dan ekonomi. Gerakan-gerakan sosial itu, meliputi perjuangan kebebasan berekspresi dalam kesenian, tentutan penghapusan dalam perbudakan, penyebaran hak suara bagi masyarakat sipil, perlindungan hak asasi manusia.

Kemudian liberalisme suatu doktrin yang menjadi roh dari gerakan sosial yang menekankan bahwa pemerintah seyogyanya tidak melakukan intervensi terhadap kegiatan ekonomi. Mereka berargumen bahwa setiap campur tangan pemerintah dalam kehidupan eknomi akan menganggu jalannya hukum ekonomi, sehingga dapat berakhir dengan merosotnya kesejahteraan masyarakat. Mengapa.? Karena akan menganggu hukum penawaran dan permintaan hukum pasar. Di Indonesia, globalisasi telah melahirkan berbagai bentuk budaya internasional yang melanda setiap orang, tetapi bidang politik belum melangkah lebih jauh kearah liberalisme. Bisa jadi deregulasi ekonomi tetapi tidak disertai dengan deregulasi politik, karena justru seolah-oleh politik mengalami re-regulasi.

Sosialisme merupakan sebuah ideologi politik yang memiliki banyak variasi, yang pertama kali muncul pada awal ke-17 dan berkembangn pada abad ke-19 di Inggris dan Prancis. Tujuan utama ideologi ini adalah memerangi kemiskinan, ketimpangan dan ketidakadilan bukannya melalui mekanisme pasar, karena kenyataannya mekanisme pasar yang diharapkan mendistribusikan kemakmuran pada seluruh lapisan masyarakat ternyata justru menciptakan ketimpangan dan eksploitasi manusia atas manusia. alternatif yang ditawarkan oleh sosialisme dalam rangka mencapai kemakmuran masyarakat adalah dengan cara mengembangkan tindakan altruistik dan melembagakan kerjasama antar individu.

 Sosialisme bukan sekedar sebagai sebuah nilai ideal tetapi merupakan sebuah produk dari hukum perkembangan masyarakat kapitalis. Negasi terhadap kapitalisme melahirkan gerakan perlawanan yang membawa perkembangan kearah sama rasa sama tegak. Cara mencapai sosioalisme sejati adalah dengan menciptakan kesadaran riil dari kaum buruh untuk membantuk partai rakyat yang kemudian digunakan untuk menggulingkan kaum borjuis. Ini yang disebut sebagai revolusi sosial sebagai persyaratan menuju ke fase sosialis sejati. 




Dari Marx akan kemana..??

Filsafat Marx bersumber pada filsafat klasik jerman, dengan kata lain filsafat marxisme adalah materialisme. Hasil yang paling penting dari Marx di bidang filsafat ialah dialektika, yaitu ajaran tentang perkembangan dalam bentuknya yang sempurna, paling dalam, bebas dari sifat berat sebelah, ajaran tentang kerelatifan pengatahuan manusia yang memberikan pencerminan kepada kita tentang materi yang berkembang abadi. Marx tidak berhenti memperdalam dan mengembangkan materialisme filsafat, tapi ia melengkapinya, ia meluaskan pengertian materialisme filsafat tentang alam kepengertian tentang masyarakat manusia. Penerapan, penggunaan, dalam pelaksanaan azas-azas pokok materialisme dialektik di lapangan gejala sosial, gejala kemasyarakatan, itulah yang dinamakan materialisme historis.

Materialisme filsafat Marx telah menunjukkan kepada rakyat pekerja jalan keluar dari perbudakan jiwa. Ekonomi politik Marx bersumber pada ekonomi klasik inggris, yang secara sistem ekonominya telah meletakkan dasar-dasar untuk teori nilai lebih. Marx telah menyingkapkan juga hubungan antara manusia dalam penukaran, antara barang dangangan yang satu dengan barang dangangan yang lain. Dalam hal ini ahli ekonomi borjuis hanya melihat hubungan antara barang-barang tidak menyingkapkan hubungan antara manusia. Marx membuktikan bahwa dalam sistem kapitalis tenaga kerja manusia pun menjadi barang perdangangan. Dan dari sinilah Marx menjelaskan bagaimana kaum buruh menghasilkan nilai lebih yang menjadi sumber kekayaan seluruh kelas kapitalis. 

Menuju dan mengerti, tujuan dari eksploitasi dan penindasan ini ialah untuk mendapat keuntungan-keuntungan luar biasa. Tetapi dalam mengeksploitasi negeri-negeri ini imprealisme modern terpaksa membiki jalan kereta api, pabrik-pabrik, dan perusahaan-perusahaan, menciptakan pusat-pusat industri dan perdangangan. Timbulnya suatu kelas kaum proletar, munculnya inteligensia bumi putera, bangunnya kesadaran nasional, tumbuhnya untuk gerakan kemerdekaan, demikianlah akibat-akibat yang tidak dapat dihindari dari politik ini. Dengan sendirinya, akibat dari pada ini ialah timbul persatuan di antara musuh yang sejati dengan yang bisa menjadi musuh untuk bangkit melawan partai. Ini berakibat partai mengisolasi diri sendiri dan ini sangat melemahkan partai.

 Karena dengan begitu, partai tidak cukup mengarahkan perhatian anggota-anggotanya kepada pekerjaan-pekerjaan praktis yang kecil-kecil, yang remeh-remeh yang ada hubungannya dengan kebutuhan sehari-hari dari kaum buruh, kaum tani, dan kaum intelektual pekerja. Padahal hanya disini, dalam pekerjaan ini, partai bisa mempersatukan massa pekerja yang luas di sekeliling partai. Untuk itu, organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan kehendak dan cita-cita untuk memperjuangkan dan membela kepentingan politik anggota, masyarakat, bangsa dan negara, serta memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.





Berdaya, Mandiri, dan Lestari

Berdaya adalah orang yang mengelola kualitas dan kuantitas sebagai manusia yang sempurna, mandiri adalah orang yang berdiri sendiri di atas kaki sendiri, lestari adalah orang yang hidup bersih, telaten, mengatur waktu, pola makan dan menjaga kesehatan fisik dan mental. Sehingga industri dan skema kerja manusia modern yang ada di kota, membawa dan mempercepat proses manusia kehilangan sebagian kendali atas diri mereka sendiri. Mari kita bayangkan hal ini, jika sebuah kota tiba-tiba digedor oleh gempa, rumah-rumah ambrol, sistem informasi macet, infrastruktur ambruk, transportasi tak bisa bergerak, listrik padam, dan tak mungkin segera dipulihkan dalam sekian minggu ke depan, apa kira-kira yang terjadi.?

Sebab negara kita Indonesia yang bertahta di atas singgasana cincin api, tentu itu bukan hal yang mustahil akan terjadi. Karena kekacauan pernah berkali-kali terjadi, seperti Tsunami menghantam Aceh, Yogya kenak lindu, Palu di hantam gempa dll. Maka hukum adat dengan hukum alam, saling berinteraksi guna sebagai daya dukung lingkungan, dalam hal ini tentu saja pangan, sangat berperan penting dalam situasi yang sangat darurat ini. Belum lagi dalam kolektivitas dan sikap komunalisme yang masih kuat, menjadi tumpuan baik secara sosial maupun secara psikologis, untuk bisa bertahan ketika dearah didera krisis yang bersifat keras dan mendadak. 

Dari sanalah, daya hidup kembali menjelar, dan semua menjadi nisbi mudah untuk diperbaiki, serta kehidupan dilanjutkan. Dalam situasi yang sangat ekstrem di luar segala rencana, niscaya desa bisa bertahan dan berdaya di banding kota jiak terjadi bencana. Sungguh kurang menyenangkan bila ada di kota, seolah-olah mantra penting dalam proses pembangunan sekarang ini. Dan keputusan itu, diputuskan oleh para elit politikdan pengambil kebijakan yang tinggal di kota. Cara pandang bagi orang kota, itu hanya gunung, itu hanya gundukan tanah belaka, tapi bagi orang desa itu sumber hidup yang bisa membuat mereka berdaya, mandiri, dan lestari. Disana ada ekosistem, disana pula ada tautan diri sebagai manusia dengan alam yang menghidupi. Ikatan manusia atas tanah dan air, bukan semata kalkulasi ekonomi, dan kalau memang cara menghitungnya seperti, maka semua hal di dunia ini baik gunung, hutan, laut, akan kehilangan pesonanya. Semua hanya tampa sebagai materi/uang semata, dan bila semua diungkan akan kehilangan banyak hal yang lebih besar dari sekedar duit, duit dan duitt...

Mata rantai dalam dunia perdangan saat ini sebagian orang belum memahami akan fasilitas yang sudah tersedia. Dengan internet dan sistem komunikasi mislanya, para petani bisa langsung mengakses harga dan komunditas apa yang sedang dibutuhkan. Dengan sistem informasi ini, plus infrastruktur yang standar seperti jalan yang mulus dan jembatan yang kokoh, membuat pergerakan komuditas dari desa ke kota lebih masuk akal dan eknomis. Jika kota mengalai bencana dahsyat maka desa solusinya.